Latest Updates
Showing posts with label Artikel Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Artikel Pertanian. Show all posts

HINDARI TANAMAN WORTEL DARI SERANGAN PENYAKIT

HINDARI TANAMAN WORTEL DARI SERANGAN PENYAKIT



WORTEL (Daucus coratae L) termasuk jenis tanaman yang banyak manfaatnya.Karena selain untuk sayuran,wortel juga cocok untuk lalap,isi pastel dan sebagainya.Sedangkan air perasannya sebagai sumber vitamin A yang terbaik untuk mata.

Wortel termasuk akar umbi bergizi tinggi,karena dalam 100 gram wortel terkandung 42 cal kalori,39 mg kalsium,37 mg fosfor,12.000 IU vitamin A,6 mg vitamin C,88,2 gram air,1,2 gram protein,0,3 gram lemak,9,3 gram hidrat arang,0,06 mg vitamin B1 dan 0,8 gram zat besi.
Para ahli kesehatan dan gizi mengatakan,bahwa sari wortel bisa mencegah terjadinya infeksi pada mata,kerongkongan,tonsil,rongga hidung dan organ pernafasan.Karena itu,sayuran wortel bisa dikatakan multi-manfaat dan banyak digemari konsumen,sehingga budidaya wortel berprospek cerah.

WASPADAI PENYAKIT 
Untuk memperoleh produksi wortel yang maksimal,pemeliharaan tanaman dalam berbudidaya wortel memang harus selalu diperhatikan, terutama yang berkaitan dengan serangan penyakit.Karena tanaman wortel dikenal paling banyak memiliki musuh.
Dan salah satu penyakit yang umumnya menyerang tanaman wortel adalah serangan penyakit bercak daun,yang disebabkan oleh jamur atau cendawan Cercospora.Adaoun tanda-tandanya tanaman wortel terserang jamur ini pada daun muncul bercak-bercak berwarna coklat muda. Akibatnya, lama-kelamaan daun tanaman wortel akan mengeriting.

Serangan spora jamur Cercospora,pada musim kemarau memang mengakibatkan munculnya bercak-bercak pada daun berwarna coklat muda, sedangkan pada musim hujan bercak-bercak itu berubah warna menjadi keabu-abuan.Bentuknya bisa bulat dan memanjang.Namun yang pasti,daun tanaman wortel yang terserang jamur Cercospora akan mengeriting dan mongering,yang akhirnya akan mematikan tanaman.

PENCEGAHAN 
Adapun penginfeksian tanaman wortel oleh spora jamur Cercospora umumnya terjadi melalui mulut kulit.Karena itu,untuk mengendalikan agar tanaman wortel tidak terserang jamur ini,maka harus dilakukan sejak awal budidaya.Upaya pencegahan ini dapat dilakukan di antaranya dengan menanam biji yang sehat atau biji yang sudah diberi fungisida dan sudah direndam dalam zat pengatur tumbuh (ZA) Hobsonal 5-EC. 

Selain itu,para petani wortel harus selalu rajin melakukan pembersihan terhadap ‘gulma’ sisa-sisa tanaman yang tertinggal di lahan yang akan ditanami tanaman wortel.Juga melakukan pergiliran tanaman dan selalu memberi perlindungan terhadap tanaman dari serangan jamur,selain disemprot dengan fungisida,serta disemprot ZPT Hobsonal 5-EC.

Pemberian Hobsonal 5-EC ini dimaksudkan untuk merangsang tanaman wortel agar mampu menyerap lebih banyak unsure hara tanah,sehingga kondisi tanaman dalam keadaan sehat.Karena tanaman wortel yang sehat akan lebih kebal dan tahan terhadap serangan penyakit.

Dengan melakukan berbagai upaya pencegahan atau menghindari serangan jamur Cercospora dan pemeliharaan secara intensif,maka produksi wortel akan semakin baik atau meningkat dan ini akan menguntungkan para petani wortel.Apalagi melihat prospek pemasaran wortel saat ini dinilai cukup cerah. Hal ini merupakan peluang emas bagi para petani untuk membudidayakan wortel secara intensif.

TIPS MEMPEROLEH CABAI MERAH SEGAR BERMUTU SNI

CABAI merah merupakan salah satu komoditas hortikultura dengan harga jual berani bersaing di pasaram domestik maupun internasional.Selama ini dikenal 2 jenis cabai merah yakni cabai merah besar dan cabai merah keriting.

Sementara itu,Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang cabai merah segar atau SNI 01-4480-1998 merupakan ketentuan-ketentuan yang memuat antara lain persyaratan mutu buah dari buah cabai merah.Untuk memperoleh cabai merah bermutu tinggi sebaiknya memperhatikan klasifikasi dan persyaratan mutu di samping perbaikan penanganan pasca panen,serta pengemasannya.

• Cabai Merah Besar dicirikan dengan pangkalnya berpundak,ujung buah tumpul atau runcing,kulit buah tebal,rasa kurang pedas,buah muda berwarna hijau dan setelah tua berubah menjadi merah serta permukaan buah licin. Garis tengah pangkal buah kurang lebih 1,7 cm dan panjang buah mencapai 9-14 cm.Varietas yang dianjurkan antara lain Cipanas,Barito,Manggala dan Taiwan.


• Cabai Merah Keriting dicirikan dengan sub pangkal buah tidak berpundak,ujung buah runcing,kulit tipis,rasa pedas,buah muda berwarna hijau muda sampai tua dan buah tua berwarna merah dan permukaan buahnya bergelombang.Varietas cabai merah keriting yang dianjurkan antara lain Bengkulu,Cumeti dan varietas lain sesuai yang dianjurkan SNI.

PENANGANAN PANEN & PASCAPANEN
Panen perdana cabai merah di dataran rendah/menengah rata-rata pada umur 75-85 Hari Setelah Tanam (HST),sedangkan di dataram tinggi 85-95 HST.Jika panen cabai merah terlalu muda akan menyebabkan buah menjadi udah layu,sudut bobot maksimal belum tercapai,tidak tahan lama dalam penyimpanan dan kurang tahan guncangan ketika dilakukan pengangkutan/ transportasi.

Kriteria panen cabai merah sangat tergantung pada tujuan pemasaran. Untuk pasar lokal cabai dipanen ketika bobot mencapai maksimal,bentuknya padat dan warnanya merah.Untuk pasar ekspor atau keperluan antarpulau, buah dipetik ketika buahnya telah berwarna 90 persen merah.Adapun waktu dan cara panen yang harus dilakukan antara lain;
1. Lakukan pemanenan pada pagi hari karena bobot buah dalam keadaan optimal sebagai hasil penimbunan zat-zat makanan pada malam hari dan belum banyak mengalami penguapan.
2. Petiklah buah beserta tangkainya agar daya simpai cabai merah lebih lama dan penyusutan bobot hasil panennya berkurang.Pemanenan dan penanganan cabai merah perlu dilakukan dengan hati-hati untuk mempertahankan mutu.Karena penanganan panen yang kasar akan mempengaruhi mutu produk secara langsung.Pemanenan cabai merah biasanya dilakukan dengan cara menggunting tangkai buah dengan mengurangi luka sekecil mungkin.
3. Pisahkan cabai merah sehat dan cabai merah yang terserang penyakit di wadah terpisah untuk mencegah terjadinya penularan mikroba ke buah cabai merah yang sehat.Hindari penutupan karung plastik dan sinar matahari yang panas kemudian segera ditempatkan di lokasi yang teduh.Gunakan wadah penampungan dan pengangkutan dari kebun ke tempat pengepakan dengan wadah berbahan kuat seperti keranjang plastik.
4. Kegiatan sortasi/pengkelasan buah cabai merah bertujuan untuk memisahkan penentuan harga sesuai dengan mutunya.Proses sortasi tersebut antara lain; 1) hamparkan hasil panen cabai merah di satu hamparan yang bersih,dan 2) pilihlah cabai merah yang utuh dan sehat,cabai utuh tetapi abnormal,cabai yang rusak saat panen dan pengangkutan, serta cabai merah yang terserang hama penyakit.

PENGEMASAN
Adapun tujuan dari pengemasan/pengepakan itu,adalah untuk mengurangi resiko kerusakan agar cabai merah sampai di tangan konsumen dalam dalam keadaan segar,dan untuk mempermudah proses pengangkutan dalam transportasinya.Beberapa jenis kemasan dan volumenya yang sering digunakan dari berbagai daerah sentra produksi. Beberapa cara pengemasan yang dapat dilakukan untuk pemenuhan permintaan pasar lokal maupun ekspor dapat pula menggunakan karton berventilasi dan bergelombang

• Pasar Lokal: Cara pengemasan cabai merah untuk pasar lokal cukup dengan menggunakan karton berventilasi dengan daya muat kemasan sekitar 20-25 kg.

• Pasar Ekspor: Cabai merah dikemas dengan karton gelo,bang teleskopik.Ukuran bagian dalam kemasan dapat dipilih dengan ukuran 40x35x30 cm dengan daya muat 20-25 kg.Cabai merah tersebut disusun rapi menurut ukuran panjang buahnya.Penyusunan yang acak-acakan akan menyebabkan kerusakan mekanik sehingga akan menurunkan mutu cabai merah.
• Penyimpanan Setelah Pengemasan: Cabai merah yang sudah dikemas dan tidak langsung dipasarkan sebaiknya disimpan di ruangan yang berudara sejuk kering.Cabai merah untuk pasar swalayan dan restoran sebaiknya disimpan di lemari pendingin. Sedangkan cabai merah untuk ekspor paling lambat 2 kali 24 jam harus segera dikirimkan dan pada hari berikutnya telah sampai di negara tujuan. Kemasan yang baik dipilih yang dapat menahan benturan,biasanya memberikan kelonggaran terhadap pertularan udara dan bisa mengurangi penguapan.

Kemasan cabai merah apabila dalam ruang pendingin dengan suhu7-10 derajat celcius,maka kesegaran cabai merah dapat dipertahankan hingga 40 hari dengan tingkat kerusakan 4% dengan kelembaban udara (Rh) sebesar 95-98 persen,maka tingkat kesegarannya dapat dipertahankan sampai 40 hari.

BUDIDAYA “EMAS HIJAU” PANILI YANG INTENSIF



TANAMAN panili yang dikenal dengan sebutan si Emas Hijau ini merupakan komoditi yang menjanjikan.Karena paangsa pasar untuk panili terbuka lebar dan harganya cukup menggiurkan. Namun demikian,tidak semua panili berharga “emas” mahal,kecuali hanya kualitas terbaiklah yang diberikan harga istimewa. Tanaman panili ini dapat hidup di iklim tropis, curah hujan 1000-3000 mm/tahun, cahaya matahari + 30%-50%, suhu udara optimal 200C-250C, kelembaban udara sekitar 60%-80%, ketinggian tempat 300-800 m dpl. Tanah gembur, ringan yaitu tipe tanah lempung berpasir (sandy loam) dan lempung berpasir kerikil (gravelly sandy loam), mudah menyerap air, pH tanah + 5,7 - 7 

Sebelum melakukan penanaman,maka tanaman panili yang akan ditanam harus dilakukan pembibitan terlebih dahulu.Dalam pembibitan tersebut harus dilakukan beberapa langkah yang harus dilakukan diantaranya sbb: 

Seleksi bibit: Jenis panili bernilai ekonomi yaitu Vanilla planifolia Andrews, Vanilla tahitensis JW.Moore,dan Vanilla pompana Syarat bibit generatif : tulen, punya sifat yang hampir sama dengan induknya; murni, biji tidak tercampur dengan yang berkualitas jelek; biji dalam kondisi segar dan sehat; bibit vegetatif : tanaman induk sehat dan cukup umur, sudah mengeluarkan sulur dahan yang kuat, tanaman induk belum atau jangan sampai berbuah. 

Penyiapan bibit yang dilakukan petani yakni: bibit generatif berasal dari biji yang unggul.Sedangkanbibit vegetatif dengan stek, mempercepat perakaran stek dapat direndam HORMONIK (1-2 cc/liter) kemudian dibiarkan agak layu baru ditanam.Dan pembibitan dengan kulture jaringan 

Penyemaian benih yang harus dilakukan yaknibibit disemai dalam tanah berpasir supaya akar mudah tumbuh,dan tempat penyemaian harus teduh.Selain itu,juga perlu pemeliharaan pembibitan/penyemaian dengan melakukan penyiraman setiap hari, tidak boleh terlalu basah. Bibit yang jelek disingkirkan.Proses selanjutnya adalah pemindahan bibit ke lapangan tergantung asal bibit, yaitu bibit stek sekitar umur 1-2 bulan, bibit biji waktunya lama. 
Pengolahan lahan dikerjakan pada pertengahan musim kemarau supaya pohon pelindung dapat ditanam, cek kondisi tanah.Bersihkan lahan dari gulma dan dibajak.Bikinlah jalur bedengan, lebar 80-120 cm dan lebar parit 30-50 cm dan lakukan pengapuran bila kondisi tanah terlalu asam. 

PENANAMAN 
Penanaman di tengah bedengan dengan pola tanam monokultur.Buatlah lubang tanam dekat tanaman penegak berukuran panjang, lebar dan dalam antara 20x15x10 cm, 25x20x12 cm dan 30x25x15 cm.Tanam stek dengan cara memasukkan 3 ruas seluruhnya ke dalam lubang secara mendatar agar akar tumbuh cepat dan sempurna.Kemudian tutup dengan tanah galian yang dicampur dengan pupuk kandang.Stek bibit bagian atas yang tidak terbenam dalam tanah diikat pada pohon panjatan dengan ikatan longgar.Waktu tanam stek bibit yang baik pada awal musim hujan. Sedangkan stek yang akan ditanam sebaiknya dibiarkan / dilayukan terlebih dahulu selama 4 - 7 hari

PEMELIHARAAN TANAMAN 
Penyulaman : Lakukan pengecekan setelah umur 2-3 minggu setelah tanam, apabila ada stek yang tumbuh kurang baik, segera disulam. 

Penyiangan dan Pembubunan : Penyiangan dilakukan sebulan sekali sesudah penanaman sampai pertumbuhan panili tidak kerdil dan terlambat. Pembubunan bersamaan dengan penyiangan untuk menjaga bedengan tetap rapi dan tanah tetap gembur agar air mudah terserap. 

Perempelan : Perempelan bentuk, memotong 15 cm dari tanaman yang dilengkungkan dan sisakan 3 cabang terbaik untuk dipelihara agar terbentuk kerangka tanaman kuat dan seimbang 

Perempelan produksi, memotong pucuk sepanjang 10-15 cm menjelang musim berbunga dan saat berbuah untuk merangsang pertumbuhan generatif terutama pertumbuhan bunga dan buah 

Perempelan peremajaan, memotong cabang-cabang yang sudah pernah berbuah dan cabang-cabang yang sakit. 
Pemupukan :Tebarkan pupuk makro di sekitar pohon dan timbun dengan tanah karena sistem perakaran panili cukup dangkal. Kebutuhan pupuk makro per ha per tahun adalah Urea 8 kg, TSP 4 kg, KCl 14 kg, CaCO3 5 - 10 kg, MgSO4 H2O 2,5 - 5 kg/ha/tahun dan pupuk kandang 10-20 kg/pohon/tahun. Pemupukan diberikan setahun sekali

Pengairan dan Penyiraman: Tanaman panili tidak tahan terhadap kekeringan sehingga pada musim kemarau perlu disiram secukupnya untuk merangsang pertumbuhan tanaman, perkembangan bunga serta buah. 
Pemberian Mulsa & Pendangiran: Pemberian mulsa dapat dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan pendangiran. Bahan mulsa dari hasil pemangkasan pohon pelindung, tetapi bisa juga serbuk gergaji yang diletakkan di atas permukaan tanah dekat pohon panili. 
Perambatan:Sistem pagar sulur-sulur, tanaman panili dibiarkan menjalar pada pagar yang telah dipasang secara horisontal. Pagar tempat menjalarnya panili dapat dibuat dari bambu yang diikatkan pada pohon yang satu dengan pohon yang lain. 
Sistem perambatan penunjang tunggal, tanaman panili dirambatkan lurus ke atas pada naungannya.

Pemangkasan Pohon Pelindung :Pohon pelindung dapat digunakan Glyricidia maculate, lamtoro dan dadap. Pemangkasan cabang dilakukan untuk mempertahankan agar tetap teduh, mempermudah sistem sirkulasi dan mengatur intensitas sinar matahari. 
Pembungaan dan Penyerbukan Panili berbunga setelah berumur 1,5-3 tahun, bunga yang muncul berupa dompolan dan akan mekar satu bunga secara bergantian. Mekarnya bunga hanya berlangsung 12 jam, yaitu mulai pukul 24:00 sampai menjelang tengah hari, sesudah itu bunga mulai layu dan mati. Oleh karena itu penyerbukan bunga dilakukan sekitar pukul 08:00 sampai 10:00. Penyerbukan buatan pada prinsipnya adalah mengangkat/memotong bibir yang membatasi kepala sari dan kepala putik, kemudian benang sari ditekan ke kepala putik untuk dilakukan penyerbukan.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT 
Tanaman panili pun tak akan lepas dari serangan OPT baik itu hama maupun penyakit sehingga dapat mengganggu produktivitas tanaman panili pada saat panen.Bila hama dan penyakit ini dibiarkan tanpa ada upaya pengendalian,maka budidaya tanaman panili akan merugi.Berikut ini beberapa hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman panili: 
Hama bekicot biasanya menyerang dan merusak batang, bunga dan buah. Aktifitasnya dilakukan pada malam hari. Pengendalian: secara manual dengan mengambil dan mengumpulkan bekicot satu persatu kemudian dibakar sekaligus dalam satu lubang. 
Hama belalang pedang umumnya merusak/memakan daun muda dan batang panili. 
Hama penggerek batang dimana larva hama ini merusak/menggerek batang tanaman panili yang menyebabkan tanaman panili lambat laun layu dan mati. 
.Hama ulat bulu jambul dan ulat genibiasanya merusak bagian pucuk, daun, batang dan bunga. Pengendaliannya dapat menggunakan fungisida yang dianjurkan

Penyakit busuk akar menimbulkan gejala antara lain akar hitam, tanaman menjadi kecoklat-coklatan dan akhirnya mati; biasanya terjadi pada saat produksi tertinggi pertama kali tercapai. Pengendalian: menjaga kesuburan tanah dengan pemupukan, pemberian kapur secukupnya, dan mengatur kelembaban ,

Penyakit busuk batang disebabkan oleh jamurFusarium batatatis yang memperlihatkan gejala: pada batang terjadi bercak-bercak berwarna hitam yang akan meluas dan melingkar dengan cepat. Batang terserang akan keriput, berwarna coklat dan akhirnya kering. Pengendalian: mengurangi kelembaban dan drainase yang baik,

Penyakit busuk buah biasanya ditemukan pada buah panili muda dengan menimbulkan gejala: muncul bila menyerang pangkal buah muda sehingga banyak buah yang berguguran dan bila menyerang tengah buah akan hitam, kering selanjutnya mati

Penyakit busuk pangkal batang ini disebabkan oleh adanya jamur Sclerotium sp. Dengan gejala: pangkal batang tampak berwarna coklat dan kebasah-basahan, bagian tanaman yang diserang dan tanah sekitar terdapat misellium jamur berwarna putih seperti bulu dengan banyak sclerotium warna coklat. Pengendalian: gunakan bibit bebas busuk pangkal batang dan disebut insektisida yang dianjurkan. 
Penyakit bercak coklat pada buah disebabkanoleh cendawan Phytophthora sp. dan menyerang buah panili yang hampir masak. Adapun gejala yang timbul yakni: bercak-bercak coklat tua dan akhirnya busuk. Pengendalian: (1) segera petik buah terserang kemudian membakarnya; (2) penyemprotan dengan insektisida yang dianjurkan 
Penyakit bercak coklat pada batang umumnya timbul akibat serangan cendawan Nectriavanilla, zimm dengan gejala: batang tampak bercak coklat yang lama-kelamaan menghitam dan melingkar ruas dan mati. Pengendalian: potong dan bakar batang yang terserang. 
Penyakit Antraknosa disebabkan adanya jamurCalospora vanillae, Mass. yang memperlihatkan gejala sbb: batang, daun, buah berwarna coklat muda kekuningan tampak licin dan terlihat jelas bagian terserang dan tidak. Pengendalian: Potong dan bakar bagian terserang, atur kelembaban dan drainase. 

Penyakit Karat merah disebabkan olehGanggang Cephaleuros heningsii, Schm. Gejala yang timbulakibat serangan penyakit ini adalah : bercak pada daun dan terus meluas hingga daun kering selanjutnya mati. Pengendalian: Singkirkan bagian terserang dan atur kelembaban kebun dengan pemangkasan pohon pelindung. 

Penyakit pascapanen yang umumnta menyerang panili setelah dipanen : jamurAspergillus, Penicillium, Rhizopus, sp dan Sclerotium, sp. Pengendalian: penanganan pasca panen yang baik. 

Catatan : Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum dapat mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. 

PANEN DAN PASCA PANEN 
Proses pemanenan untuk tanaman panili yakni pada umur 240 hari (8 bulan) akan menghasilkan panili kering dengan kadar vanillin yang tinggi, kadar abu terendah, rendemen tertinggi dan kadar air yang aman.Adapun ciri-ciri panili siap dipanen yaitu warna berubah dari hijau tua mengkilap menjadi hijau muda suram dengan garis-garis kecil warna kuning yang lambat laun melebar sampai ujung buah.Musim panen antara bulan Mei sampai Juli, sekitar 2 - 3 bulan 
Sementara itu,cara panen yang terbaik adalah memetik satu-persatu buah masak tanpa mengganggu buah lain dalam satu tandan yang masih mentah untuk menjaga mutu panili. 
Buah dikumpulkan dalam keranjang bambu dan dijaga agar buah tidak terluka atau cacat dan sortir berdasar ukuran, bentuk, tingkat kemasakan dan buah yang cacat >20 cm 
Proses selanjutnya adalah melakukan pelayuan untuk menghentikan proses respirasi yang terjadi dalam buah, mematikan sel-sel buah panili tanpa mengurangi aktifitas dan kadar enzim dalam buah. Proses pelayuan dengan menggunakan alat perebus yang diisi air ¾ bagian dengan suhu antara 65-950 C. Lakukan pemeraman dalam kotak khusus yang lengkap dengan tutup dan karung goni sebagai alasnya, utuk pembentukan aroma selama + 48 jam 
Kemudian lakukan pengeringan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari, dioven dan diangin-anginkan untuk mengurangi kadar air hingga 25-30 % .Proses terakhir pasca panen yakni menempatkan buah panili kering dalam kotak yang dalamnya telah dilapisi kertas koran/karung plastik tipis dan simpan pada suhu kamar, siap dikirim dan dijual.

Dengan melakukan usaha budidaya tanaman panili secara intensif dan memperlakukan hasil produksi pasca panen,maka akan memperoleh panili yang berkualitas baik dan harga yang menggiurkan,sehingga petani akan mengantongi keuntungan besar.Apalagi permintaan pasar dunia terhadap komoditi satu ini cukup besar

Budidaya Semangka Secara Intensif

Budidaya Semangka Secara Intensif


BUAH semangka sudah tak asing lagi bagi kita karena sering ditemui di pasar atau supermarket dan biasanya untuk cuci mulut pada resepsi pernikahan atau acara lain.Karena banyak digemari,maka pasar untuk buah semangka cukup terbuka luas dan memberikan harapan bagi petani yang mau membudidayakannya secara intensif.


Namun.tingkat dan kualitas produksi semangka diIndonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah yang keras, miskin unsur hara dan hormon, pemupukan yang tidak berimbang, serangan hama dan penyakit tanaman, pengaruh cuaca /iklim, serta teknis budidaya petani.

Syarat pertumbuhan bagi semangka antara lain curah hujan ideal 40-50 mm/bulan, seluruh areal pertanaman perlu sinar matahari sejak terbit sampai tenggelam dansuhu optimal ± 250 C. Semangka cocok ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Kondisi tanah cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah kebun/persawahan yang telah dikeringkan. Cocok pada jenis tanah geluh berpasir dan keasaman tanah (pH) 6 - 6,7.

PEMBIBITAN 
Penyiapan media semai yang harus dilakukan antara lain;siapkan 25-50 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2 dan diamkan + 1 minggu di tempat teduh dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik). Campurkan tanah halus (telah diayak) 2 bagian atau 2 ember (volume 10 lt), pupuk kandang matang yang telah diayak halus sebanyak 1 bagian atau 1 ember, TSP (± 50 gr) yang dilarutkan sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang (1-3 kg) .Masukkan media semai ke dalam polybag kecil 8x10 cm sampai terisi hingga 90%. 
Benih dimasukkan ke dalam kain lalu diikat, kemudian direndam dalam ramuan : 1 liter air hangat suhu 20-250 C (direndam 8-12 jam). Benih dalam ikatan diambil, dibungkus koran kemudian diperam 1-2 hari. Jika ada yang berkecambah diambil untuk disemaikan dan jika kering tambah air dan dibungkus kain kemudian dimasukkan koran lagi. 
Media semai disiram air bersih secukupnya. Benih terpilih yang calon akarnya sudah sepanjang 2-3 mm, langsung disemai dalam polybag sedalam 1-1,5 cm.Kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh dan diberi perlindungan plastik transparan yang salah satu ujung/pinggirnya terbuka.Semprotkan zat penumbuh untuk memacu perkembangan bibit, dilakukan rutin setiap 3 - 4 hari sekali,dan penyiraman 1-2 kali sehari. Pada umur 12-14 hari bibit siap ditanam.

Pengolahan media tanam dengan pembukaan lahan dengan cara pembajakan sedalam + 30 cm, dihaluskan dan diratakan,kemudian bersihkan lahan dari sisa-sisa perakaran dan batu. Selanjutnya dibuat bedengan dengan ukuran lebar 6-8 cm dan tinggi minimum 20 cm. Dalam pengapuran digunakan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg. 
Pemupukan pada tanaman semangka yang dilakukan antara lain;pupuk kandang 600 kg/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam.Pupuk anorganik berupa TSP (200 kg/ha), ZA (140 kg/ha) dan KCl (130 kg/ha).Bedengan perlu disiangi, disiram dan diberi plastik mulsa dengan lebar 110-150 cm agar menghambat penguapan air dan tumbuhnya tanaman liar. Di atas mulsa dilapisi jerami kering setebal 2-3 cm untuk perambatan semangka dan peletakan buah.

PEMELIHARAAN 
Pembuatan lubang tanaman dilakukan satu minggu sebelum penanaman dengan kedalaman 8-10 cm. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 90-100 cm. 
Sedangkan waktu penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari kemudian bibit disiram hingga cukup basah. 
Dalam pemiliharaan ini,maka penyulaman ini sebaiknya dilakukan 3 - 5 hari setelah tanam. 
Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah dipotong karena mengganggu pertumbuhan buah. Selain itu,juga perlu dilakukan perempelan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang. 
Pengairan melalui saluran diantara bedengan atau digembor dengan interval 4-6 hari dan volume pengairan tidak boleh berlebihan. 

PEMUPUKAN 
Pemeliharaan lain yang dilakukan yakni pilih buah yang cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman, bentuk baik dan tidak cacat. Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Semenjak calon buah ± 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidakmerataan terkena sinar matahari. 

HAMA & PENYAKIT

Tanaman semangka pun tak lepas dari serangan hamadan penyakit yang setiap saat selalu mengancam kelangsungan produksinya.Beberapa hama dan penyakit yang akrab dengan tanaman semangka tersebut antara lain: 
a) Hama Thrips berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman, mempunyai sungut badan beruas-ruas.Cara penularan secara mengembara dimalam hari, menetap dan berkembang biak. 
b) Hama Ulat Perusak Daun berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning, yang menimbulkan gejala daun dimakan sampai tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari jauh seperti berlubang. 
c) Hama Tungau merupakan binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil mengisap cairan tanaman. Tandanya, tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun, warna dedaunan akan pucat 
d) Hama Ulat Tanah ini berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif merusak dan bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman.

e) Hama Lalat Buah ini memiliki ciri-ciri mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai), daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar.

Pengendalian terhadap hama-hama tersebut yakni penyemprotan dengan fungisida sesuai anjuran dan penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya.Juga denganmembersihkan lingkungan, tanah bekas hama dibalikan dengan dibajak/dicangkul,dan pemasangan perangkap lalat buah.

Selain hama,ternyata tanaman semangka sangat rentan terhadap sejumlah penyakit yang setiap saat menyerang.Beberapa penyakit yang umumnya sering menyerang semangka tersebut antara lain: 

a) Layu Fusarium yang disebabkan oleh lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab). Gejala: timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. Pengendalian yakni dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami. 

b) Bercak Daun disebabkan oleh spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala penyakit ini adalah permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu. Pengendaliannya seperti pada penyakit layu Fusarium. 

c) Antraknosa disebabkan seperti penyakit layu Fusarium dengan gejala daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas. Pengendaliannnya pun seperti pengendalian penyakit layu Fusarium. 

d) Busuk Semai biasanya menyerang pada benih yang sedang disemaikan yang menimbulkan gejala batang bibit berwarna coklat, merambat dan rebah kemudian mati. Pengendalian yakni pemberian insektisida sebelum penyemaian di media semai. 

e) Busuk Buah umumnya disebabkan oleh jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik. Pengendalian penyakit ini yakni dengan menghindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan.
 
f) Karat Daun disebabkan oleh virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman. Gejala: daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. Pengendalian terhadap penyakit sama seperti penyakit layu Fusarium. 

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia.PANEN 
Pemanenan terhadap buah semangka umumnya jika sudah berumur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman.Adapun ciri-ciri semangka yang cukup untuk dipetik yakni adanya perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil. 
Kemudian dalam proses pemanenan/pemetikan buah semangka, sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer. Selain itu, pemotongan buah semangka sebaiknya dilakukan beserta tangkainya,agar buah semangka tidak mudah membusuk dan tahan lama dalam penyimpanan

Hama dan Penyakit Pada Tanaman Buncis

Hama dan Penyakit Pada Tanaman Buncis


BUDIDAYA tanaman buncis ti(Phaseolus vulgaris L.) tidaklah terlalu sulit dan perlakuannya sama dengan tanaman sayuran lain. Kecuali untuk jenis kacang buncis tertentu harus diberi lanjaran karena tanamannya merambat.Hal yang penting bahwa ‘usahatani, budidaya tanaman buncis secara intensif sangat menguntungkan, karena konsumennya yang cukup banyak,sehingga pasarnya cukup terbuka lebar baik di dalam maupun luar negeri.

Namun ternyata,tanaman buncis cukup rentan terhadap serangan hama maupun penyakit, sehingga perlu diwaspadai oleh para petani yang tengah melakukan budidaya komoditi sayuran ini.Adapun beberapa hamadan penyakit yang umumnya menyerang tanaman buncis antara lain:

HAMA

· Kumbang daun yang disebabkan oleh kumbangHenose-pilachna signatipennis atau Epilachna signatipennis, sering disebut kumbang daunepilachna yang termasuk famili Curculionadae. Bentuk tubuhnya oval, warna merah atau coklat kekuningan, panjang antara 6-8 mm. Untuk mengendalikannya yakni dengan cara: 1) bila sudah terlihat adanya telur, larva, maupun kumbangnya, maka dapat langsung dibunuh dengan tangan; 2) dengan pestisida organik (dengan campuran bw.putih, cabe rawit, jahe, jeruk, sambiloto) ; dan 3) rotasi tanaman dengan tanaman yang bukan inang.

Lalat kacang disebabkan oleh lalat Agromyza phaseoli yang termasuk dalam familiAgromyzidae. Lalat betina dan jantan mempunyai ukuran yang berbeda. Lalat betina mempunyai panjang tubuh kurang lebih 2,2 mm, sedang yang jantan hanya 1,9 mm. Gejala yang timbul pada tanaman buncis di antaranya daun berlubang-lubang dengan arah tertentu, yaitu dari tepi daun menuju tan

gkai atau tulang daun. Bahkan gejala lebih lanjut berupa pangkal batang yang membengkok atau pecah. Kemudian tanaman menjadi layu, berubah kuning, dan akhirnya mati dalam umur yang masih muda. Apabila tidak mengalami kematian, maka tumbuhnya kerdil, sehingga produksinya sedikit. 
Adapun upaya pengendalian hendaknya dilakukan sedini mungkin yaitu pada saat pengolahan tanah. Setelah biji-biji buncis ditanam sebaiknya lahan langsung diberi penutup dari jerami daun pisang. Penanaman dilakukan secara serentak. Bila tanaman sudah terserang secara berat, maka segeralah dicabut dan dibakar atau dipendam dalam tanah. Namun, apabila serangan masih kecil, disarankan agar menggunakan pestisida organik (dengan campuran bw.putih, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, sambiloto). Penyemprotan dilakukan sebanyak 2-3 kali sampai umur 20 hari,atau tergantung berat ringan serangan.

· Penggerek daun yang disebabkan oleh ulatEtiella zinckenella yang termasuk dalam familiPyralidae. Penyebarannya meliputi daerah tropis dan subtropis. Gejala yang ditimbulkannya adalah polong yang masih muda mengalami kerusakan, bijinya banyak yang keropos. Kerusakkan ini tidak sampai mematikan tanaman buncis.Pengendalian terhadap hama ini antara lain; penyemprotan dengan pestisida organik (yang dicampur dengan bw.putih, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, sambiloto) . Waktu penyemprotan dilakukan segera setelah diketahui adanya serangan dan dapat diulangi beberapa kali menurut keperluan.

· Ulat penggulung daun disebabkan kehadiran ulatLamprosema indicata dan L. diemenalis, keduanya termasuk dalam famili Pyralidae. Gejalanya: daun kelihatan seperti menggulung dan terdapat ulat yang dilindungi oleh benang-benang sutra dan kotoran. Polongan sering pula ikut direkatkan bersama-sama dengan daunnya. Daun juga tampak berlubang-lubang bekas gigitan dari tepi sampai ketulang utama, hingga habis hanya tinggal urat-uratnya saja. Pengendalian: (1) membuang dan membakar daun yang telah terkangkit; (2) penyempro tan pestisida oraganik ( campuran bw.putih, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica,dan sambiloto). Penyemprotan dapat di ulang setiap 7 hari sampai tanaman terbebas dari hama tersebut.

· Kutu daun ini disebabkan oleh Aphis gossypii, yang termasuk dalam famili Aphididae. Sifatnya polibag dan kosmopolitan yaitu dapat memakan segala tanaman dan tersebar di seluruh dunia. Tanaman inangnya bermacam-macam, antara lain kapas, semangka, kentang, cabai, terung, bunga sepatu dan jeruk. Warna kutu ini hijau tua sampai hitam atau kuning coklat.Adapun gejala seranganhama : pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan batang memutar (memilin), daun menjadi keriting dan berwarna kuning. 
Untuk mengendalikan hama ini yang harus dilakukan antara lain: (1) secara alami, yaitu dengan cara memasukkan musuh alaminya, antara lain lembing, lalat dan jenis Coccinellidae; (2) menggunakan pestisida organik (dengan campuran bw.putih, bw.merah, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, sambiloto).Bila setelah disemprotkan masih terdapat hamanya, maka penyemprotannya dapat diulang setiap 7-14 hari sekali.

· Ulat jengkal semu tiada lain disebabkan oleh ulat jengkal semu.Ada dua dua spesies yang terdapat diperkebunan buncis, yaitu Plusia signata(Phytometra signata) dan P. chalcites. Keduanya termasuk kedalam famili Plusiidae. Panjang ulat P. chalcites kurang lebih 2 cm berwarna hijau dengan garis samping berwarna lebih muda. Gejala yang timbul antara lain: daun-daun berlubang,tanaman menjadi kerdil. 
Pengendalian yang dapat dilakukan: (1) secara mekanik, yaitu dibunuh satu persatu, namun tidak efektif; (2) sanitasi, yaitu dengan membersihkan gulma-gulma yang dapat dijadikan sebagai tempat persembunyian hama tersebut; (3) dengan pestisida organik(campuran bawang putih, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, dansambiloto) dengan dosis di perbesar.

PENYAKIT

· Penyakit Antraknosa yang oleh cendawanColletotrichum lindemuthianum, termasuk dalam famili Melanconiaccae.. Gejala adanya serangan penyakit ini adalah: terdapat bercak-bercak kecil berwarna coklat karat pada polong buncis muda dan bercak hitam atau coklat tua di bagian batang tanaman tua. Untuk mengendalikannya: memakai benih yang benar-benar bebas dari penyakit; pergiliran tanaman, maksudnya untuk memotong siklus hidup cendawan tersebut. Pergiliran tersebut dapat dengan tanaman lobak, wortel atau kol bunga; danpenyemprotan pestisida organik.

· Penyakit bercak daun ini biasanya disebabkan oleh kehadiran cendawan Cercospora canescens, termasuk dalam famili Dematiaceae. Sporanya dapat disebarkan melalui air hujan, angin, serangga, alat-alat pertanian, manusia dan lain-lain. Gejala yang timbul akibat serangan penyakit ini adalah daun berbercak-bercak kecil berwarna cokelat kekuningan. Lama-kelamaan bercak akan melebar dan bagian tepinya terdapat pita berwarna kuning. Akibat lebih parah, daun menjadi layu lalu berguguran. Bila sampai menyerang polong, maka polong berbercak kelabu serta biji yang terbentuk kurang padat dan ringan. 
Sementara itu,untuk mengendalikannya dengan cara sbb: sebelum ditanam benih buncis direndam air panas dengan suhu 48 derajat C selama 30 menit, rotasi tanaman, rotasi tanaman, memotong bagaian tanaman yang telah terserang,dan penyemprotan dengan pestisida organik. Penyemprotan diulang dengan selang waktu 5-15 hari agar lebih efektif.

· Penyakit embun tepung disebabkan oleh cendawan Erysiphe polygoni, yang termasuk dalam famili Erysiphaceae. Gejala tanaman buncis yang terserang penyakit ini : daun, batang, bunga dan buah berwarna putih keabuan (seperti beludru). Apabila serangan pada bunga ringan, maka polong masih dapat terbentuk. Namun bila gagal serangannya berat akan dapat menggagalkan proses pembuahan, bunga menjadi kering dan akhirnya mati. Bila polong yang diserang maka polong tidak gugur, tetapi akan meninggalkan bekas berwarna cokelat surat sehingga kualitasnya menurun. 
Dalam upaya mengendalikan penyakit ini yang harus dilakukan petani yakni: bagian-bagian yang sudah terserang sebaiknya dipotong atau dibakar,dan dapat juga disemprot dengan pstisida organik. Atau dapat juga dilakukan penghembusasn dengan tepung belerang.

· Penyakit ujung keriting disebabkan kehadiranvirus mosaik keriting, yang penularannya biasanya melalui vektor serangga yaitu sejenis kutu loncat dari famili Yassidae. Dari tingkat muda sampai dewasa, kutu ini dapat menjadi pembawa (carrier) virus tersebut. Pada umumnya,serangan penyakit ini menimbulkan gejala berupa daun-daun muda menjadi keriting dan berwarna kuning, sedangkan daun yang sudah tua menggulung atau memilin. Biasanya daun-daun terasa lebih kaku, tangkai daun mengeriting ke bawah dan batang tidak normal. Tanaman muda yang terserang menjadi kerdil. Pengendalian terhadap penyakit ini yang harus dilakukan petani adalah menanam bibit yang tahan penyakit seperti spurt dan strike,mencabut dan membakar tanaman yang telah terserang penyakit,dan melakukan penyemprotan pestisida organik

· Penyakit hawar daun ini disebabkan adanyabakteri Xanthomonas campestris dari familiPseudomonadaceae. Bakteri ini dapat berkembang pada suhu lebih dari 20 derajat C dan suhu optimum 30 derajat C. Hidupnya bisa bertahan beberapa tahun di dalam biji, tanah dan sisa-sisa tanaman yang sakit. Tanaman buncis yang terserang penyakit ini biasanya akan terlihat bercak kuning di bagian tepi daun, kemudian meluas menuju tulang daun tengah. Daun terlihat layu, kering dan berwarna cokelat kekuningan. Bila serangannya hebat, daun berwarna kuning seluruhnya dan akhirnya rontok. Kemudian gejala tersebut dapat meluas ke batang, sehingga lama-kelamaan tanaman akan mati. Pengendalian yang dapat dilakukan yakni memakai benih yang bebas dari penyakit,dan selalu menjaga kebersihan lahan tanaman dari gulma dengan melakukan penyiangan.

· Penyakit busuk lunak umumnya disebabkan olehbakteri Erwinia carotopora, termasuk dalam famili Enterobacteriaceae. Bakteri ini hanya menyerang bila ada bagian tanaman yang luka, misalnya,karena gigitan ulat atau memang sudah sakit akibat penyakit lain. Serangan ini dapat terjadi di lapangan atau penyimpanan. 
Gejala serangan penyakit busuk lunak ini yakni daun berbercak, berair dan warnanya menjadi kecokelatan. Gejala ini akan cepat menjalar ke seluruh bagian tanaman sehingga tanaman menjadi lunak, berlendir dan berbau busuk. Kadang-kadang juga bisa roboh bila yang terserang batangnya.Dalam upaya mengendalikannya antara lain: membakar dan membuang tanaman yang telah terjangkit penyakit; menjaga kebersihan lingkungan tanaman,dan penyemprotan dengan pestisida organik Penyemprotan dapat dilakukan setiap 7-10 hari sekali. Penggunaan pestisida dapat dengan dioleskan pada bagian tanaman yang sakit sudah cukup efektif.

· Penyakit karat karena adanya cendawanUromyces appendiculatus, termasuk dalam ordoUredinales. Cendawan ini masih dapat bertahan pada bagian tanaman yang sakit walaupun iklimnya kering. Serangan akan kembali menghebat pada musim hujan. Penyebarannya dapat melalui hembusan angin, percikan atau aliran air, serangga maupun terbawa dalam pengangkutan bibit-bibit tanaman di daerah lain.Adapun gejala yang timbul akibat serangan penyakit karat ini yakni: pada jaringan daun terdapat bintik-bintik kecil berwarna cokelat baik dipermukaan daun sebelah atas maupun bawah dan biasanya dikelilingi oleh jaringan khlorosis. Pada varietes yang tahan, gejalanya hanya berupa bintik-bintik cokelat saja. Pengendalian terhadap penyakit ini yang harus dilakukan sebagai berikut:menanam bibit buncis yang tahan terhadap penyakit karat, yaitu manoa wonder, mencabut dan membakar tanaman yang telah terjangkit, menggunakan pestisida organic. Penyemprotan pestisida organik ini dilakukan bila intensitas serangan mencapai 10% dengan selang waktu 7 hari. Penyemprotan dengan pestisida organik efektif dan ramah lingkungan.

· Penyakit layu umumnya disebabkan oleh seranganbakteri Pseudomonas sollanacearum,termasuk dalam famili Pseudomonadeceae.Adapun gejala serangannya yakni tanaman akan terlihat layu, menguning dan kerdil. Bila batang tanaman yang terserang dipotong melintang, maka akan terlihat warna cokelat dan kalau dipijit keluar lendir berwarna putih. Kadang-kadang warna cokelat ini bisa sampai ke daun. Akar yang sakit juga berwarna cokelat. Pengendalian yang dilakukan antara lain : penyiraman tanaman dengan air yang bebas dari penyakit, dengan rotasi tanaman selama 2 tahun,dan penyemprotan dengan fungsida Agrept 20 WP dengan konsentrasi 0,5-1 gram/liter air. 
Selain itu, penyebab layu dengan gejala diatas disebabkan oleh cendawan Fusarium oxyporum, termasuk dalam famil Stilbellaceae. 
Sedangkan gejalanya yang terlihat seperti gejala 1 di atas dengan sedikit perbedaan. Perbedaannya yaitu bila batang yang terserang dipijit tidak mengeluarkan lendir.Untuk mengendalikannya dengan cara pengendalian hampir sama dengan cara pengendalian Pseudomonas. Untuk mengendalikan cendawan ini dapat digunakan campuran jelatang, kapur, kelor,dan mulsa daun bambu (pestisi organik) ini disemprotkan pada semua batang merata.Ini dinilai cukup efektif.

· Penyakit damping off akibat adanya cendawanPhytium sp, termasuk dalam famili Phytiaceae. Penularannya dapat melalui tanah maupun biji. Serangannya akan sangat hebat bila suhu dan kelembaban udara cukup tinggi.Pada umumnya,serangan penyakit ini menimbulkan gejala yakni bagian batang yang terletak di bawah keping biji (hipokotil) berwarna putih pucat karena mengalami kerusakan klorofil. Akibatnya terjadi nekrosa secara cepat, jaringan yang berada di atas tanah menjadi mengkerut dan mengecil sehingga batang tidak kuat lagi menyangga kotiledon dan kemudian tanaman menjadi roboh. 
Pengendalian terhadap penyakit ini cukup sederhana, yaitu menyiram tanaman dengan air yang bebas penyakit,dan menyemprotkan pestisida organik yang telah disesuaikan dengan kebutuhan.

Dengan mengetahui adanya serangan hama maupun penyakit sedini mungkin,maka diharapkan hasil produksi tanaman buncis pada saat panen pun akan melimpah,sehingga memberikan keuntungan yang sangat besar.

Sebab,bila dalam pelaksanaan budidaya tanaman buncis sudah baik, artinya sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan budidaya secara intensif ,maka produksi perhektar dapat mencapai 150 kwintal polong segar.Berapa keuntungan yang bias dikantongi petani yang melakukan ‘usahatani’ budidaya tanaman buncis.

Manfaat Abu Tandan Sebagai Pengganti Kalium Bagi Tanaman Kelapa Sawit


KEBUTUHAN tanaman terhadap unsure kalium cukup tinggi dan akan menunjukkan gejala kekurangan apabila kebutuhannya tidak mencukupi. Walau fungsi kalium lebih bersfat sebagai katalisator,tapi kalium mempu nyai peranan penting terhadap peristiwa-peristiwa fisiologi seperti metabolisme karbohidrat (pembentukan,pemecahan dan translokasipati); metabolisme nitrogen dan sintesa protein; mengaktifkan enzim; mempercepat pertumbuhan jaringan meristem dan hal- hal yang berhubung an dengan air.

Peranan kalium ini bisa dilihat dalam berbagai bentuk gejala tubuh. Kekurangan kalium akan menyebabkan produksi tanaman,resisten terhadap penyakit dan kualitas buah menurun.Kalium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+ dan dijumpai dalam berbagai kadar dalam tanah,bentuk kalium tersedia bagi tanaman terdapat di tanah dalam jumlah kecil.Karena itu,pemupuan kalium bagi tanaman yang produksinya diambil secara terus menerus,mutlak diperlukan kalium.Penambahan kalium ke dalam tanah biasanya dalam bentuk pupuk kalium yang larut pada air sepertiKalium klorida,Kalium sulfat,Kalium nitrat dan pupuk-pupuk majemuk lainnya.

MANFAAT ABU TANDAN

Abu tandan bersifat sangat alkalis dan higropis.Karena itu,bila penyimpanan kurang baik akan menyebabkan kadar airnya meningkat dan unsur hara tanamannya menurun.Jadi,semakin lama disimpan,maka bobot abu tandan makin bertambah sehingga hal ini akan mempengaruhi takaran saat pemupukan.Takaran untuk dosis pemupukan,hendaknya dilakukan berdasarkan volume,dan besarnya volume didasarkan berbagai faktor.

Abu tandan memang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk kalium.adapun unsure-unsur dalam abu tandan adalah K2O sebanyak 35040 persen,P2O5 sebanyak 3,4-5 persen,MgO ada 6-9,8 persen,CaO sebanyak 5-5,5 persen,Mn sekitar 200-250 ppm dan B sekitar 800-1.000 ppm.Sementara itu,lamanya penyimpanan dan dosis konversi terhadap KCL antara lain: 0-3 bulan sekitar 1,7 x dosis KCL serta lebih dari 3 bulan sebanyak 2 kali dosis KCL.

Pupuk kalium yang umum digunakan di perkebunan kelapa sawit,adalah pupuk Kalium clorida (KCL) yang mengandung sekitar 60 persen K2O dosis tiap pohpn berkisar 1-3 kg tiap tahun.Selain dari KCL,unsure kalium dapat diambil dari abu tandan yang banyak terdapat di pabrik pengolahan kelapa sawit,dan abu tandan diperoleh dari pembakaran tandan kosong pada invenerator (tungku pembakar).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Marihat (PPM) Medan beberapa waktu lalu,bahwa dasar pertimbangan penggunaan abu tandan sebagai pengganti KCL,terutama bagi pemupukan tanaman kelapa sawit antara lain: 1) harga abu tandan yang murah sehingga dapat menekan biaya pemupukan;2) pemberian abu tandan dapat meningkatkan keasaman tanah; 3) dalam abu tandan selain unsure kalium juga terdapat unsure Magnesium dan Phospat sehingga dapat mengurangi pemakaian Kieserite dan Rock Phosphat (RP); 4) mencegah terjadinya akumulasi Clor dalam tanah sebagai akibat sampingan dari penggunaan KCL.

SEKALI SETAHUN

Penggunaan abu tandan sebagai pupuk KCL sebaiknya hanya diberikan setahun sekali.Kalau dalam satu tahun dilakukan dua kali pemupukan,maka pemupukan dengan KCL dan pemupukan kedua dengan abu tandan atau sebaliknya.

Sedangkan banyaknya abu tandan yang diberikan dikonversikan dengan pupuk KCL yang biasa dipakai,konversi ini juga tergantung pada lamanya abu tandan disimpan,yakni bobot au tandan yang baru keluar dan inceneratorpada temperature 25oC.

Penggunaan abu tandan ini diharapkan akan lebih membantu para petani kelapa sawit dalam memelihara tanamannya.Sementara mengenai pengadaannya hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan kerjasama dengan pabrik pengolahan kelapa sawit yang terdapat di lokasi keun atau yang menampung buah dari perkebunan.

Adapun cara pemberian abu tanda pada tanaman kelapa sawit,yakni abu tandan ini dapat diberikan sama seperti halnya dengan pupuk lainnya,dengan cara disebarkan di sekitar bokoran atau piringan kelapa sawit

TANAMAN KUBIS TERSERANG HAMA ”PUTIH” TRITIP

TANAMAN KUBIS TERSERANG HAMA ”PUTIH” TRITIP


SERANGAN hama putih pada tanaman kubis mengkhawatirkan petani, maka harus mewaspadainya. Karena hama ini memakan daging daun—tapi kulit ari biasanya tidak di makan—sehingga daun kubis menampakkan noda-noda putih.Jika kulit ari tersebut mongering,maka noda-noda putih tadi akan berlubang-lubang.

Pada serangan hama putih yang lebih hebat,daun yang terserang tingal tulang-tulang daunnya saja.Hama ini termasuk kosmopolit,karena tersebar di seluruh dunia,baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Adapun penyebab munculnya hama putih ini,adalah sejenis ulat yang disebut ulat Tritip (Plutella maculipennis). Ulat bertubuh kecil ini menyerang tanaman kubis sejak tanaman mudah di persemaian hingga tanaman dewasa di kebun produksi.Bila ulat ini mewabah maka kerugian besar akan dialami para petani kubis.

KEBAL INSEKTISIDA
Sebenarnya,ulat Tritip ini berukuran panjang 9-10 mm,tubuhnya berwarna hijau.Sedangkan ketika menjadi kupu-kupu tampak punggungnya berwarna putih seperti berlian sehingga sering disebut kupu-kupu punggung berlian.Ulat ini suka bersembunyi di bagian bawah daun.Apabila daun tersentuh,ulat Tritip akan merasakan ada bahaya yang mengancam dirinya,maka dengan segera ia akan menjatuhkan diri menggunakan benang seperti laba-laba dengan tujuan untuk menyelamatkan diri.

Keistimewaan ulat Tritip yakni bisa kebal terhadap suatu jenis insektisida. Jika ulat Tritip disemprot insektisida dengan dosis yang tidak sesuai atau disemprot hanya dengan satu jenis insektisida,ia malah menjadi kebal dan justru makin merajalela merusak seluruh tanaman,sehingga mengkhawatirkan para petani.

Sebagaimana halnya ulat-ulat lain,hama ini mengalami perubahan bentuk atau metamorfosa sebanyak empat kali dalam daur hidupnya mulai stadium telur,kemudian menjadi larva (ulat),berubah lagi menjadi kepompong (pupa),dan akhirnya menjadi kupu-kupu.Apabila di daerah panas umurnya hanya 2 hari dan di daerah dingin menjadi lama sekitar 41-45 hari.Padahal,tanaman kubis umumnya dibudidayakan di daerah dataran tinggi (dingin),sehingga peluang terserang hama ulat tritip akan semakin besar.

Kupu-kupu betina bertelur sampai 320 butir setiap ekornya yang diletakkan di permukaan daun sebelah bawah.Cara meletakkannya ada yang satu-satu dan ada pula yang berkelompok.Sedangkan umur telur hanya 2 hari
di daerah panas dan selama 3-4 hari di daerah dingin,kemudian menetas, menghasilkan ulat muda berwarna hijau pucat,setelah dewasa berubah menjadi hijau tua dan berbintik-bintik coklat.

PEMBERANTASAN MEKANIS
Karena ulat Tritip bisa kebal terhadap penyemprotan insektisida,maka cara pemberantasan yang dinilai cukup efektif,adalah pemberantasan mekanis.Pada stadium ulat,hama tersebut dipijit satu persatu.Kalau pada stadium kupu-kupu,sebaiknya memasang obor ketika makam,dan di bawah obor disediakan baskom berisi air.Karena kupu-kupu Tritip akan berhamburan melintasi jilatan api sehingga jatuh ke dalam baskom berisi air tersebut.
Selain itu,hama tritip bisa pula dikendalikan secara kultur tanaman,yakni tidak menanam kubis dan tanaman se-famili dalam satu tahun terus menerus. Pergiliran tanaman mutlak perlu dilakukan dengan tujuan memutus siklus hidup dari ulat Tritip tersebut.

Kalau memungkinkan,hama putih ini dapat pula dikendalikan secara biologis,yakni melalui penyebaran hewan predator ulat Tritip yang nantinya bertindak sebagai hewan ando parasut (memakan tubuh ulat dari dalam). Hal ini pernah dicoba oleh para ahli dengan menyebarkan serangga Angintia cerophaga ,sejenis serangga yang berasal dari New Zealand.

Serangga Angintia cerophaga akan bertelur dalam tubuh ulat atau kepompong ulat Tritip.Setelah meneta,ulat kecil yang dihasilkannya akan memakan tubuh ulat Tritip dari dalam.Cara ini termasuk efektif,tetapi sayangnya sampai sekarang belum memasyarakat.

Namun,jika tanaman kubis telah terserang hama Tritip secara merajalela, apaboleh buat,penyemprotan insektisida terpaksa harus dilakukan petani. Pengendalian secara mekanis akan terlalu menyita waktu dan tenaga.Untuk itu bisa dipakai insektisida,tetapi penggunaannya harus benar-benar dengan dosis yang efektif mematikan.

Selain itu,insektisida yang disemprotkan harus berganti-ganti untuk menghindari resistensi (kekebalan) terhadap salah satu insektisida.Dalam hal ini bisa digunakan bermacam-macam insektisida seperti diazinon,formadol, curacron,sevin,basudin dan lainnya,dengan dosis penyemprotan sesuai yang dianjurkan.

Mengenal Buah Biwa

Mengenal Buah Biwa
Mengenal Buah Biwa


Ada yang sudah mengenal buah biwa? Jangan kaget, harga dari buah biwa ini sangat mahal dan jarang ditemukan dipasaran. Orang Jepang paling suka dengan buah ini. Jika kita sehingga di Tanah Karo jangan lupa membawa oleh-oleh buah biwa. Buah biwa adalah satu varietas unggulan dari tanah Karo yang menjadi salah satu ciri khas/oleh2 dari Tanah Karo Simalem. Tanaman Biwa ini sangat cocok tumbuh di dataran tinggi salah satunya di Tanah Karo.




Nutrisi/ vitamin yang di sangat tinggi kandung dari buah Biwa adalah Vitamin C. Kandungan vitamin C biwa tinggi, 35,2-58,1 mg per 100 g buah, setara dengan jumlah vitamin buah jeruk. Buah Loquat atau biwa ini sangat jarang dijumpai dipasaran. Saat ini hanya dibudidayakan di Tanah Karo – Berastagi.

Rasa buah biwa ini masam kalau masih muda dan asam-asam manis kalau sudah masak, serta warnanya yang menjolok sangat mengoda. Mau mencoba? Visit Tanah Karo – Berastagi.
INFO BURUNG KICAUAN. Powered by Blogger.