Latest Updates

MENGENAL IKAN HIAS KOI

MENGENAL IKAN HIAS KOI


Merupakan ikan mas yang telah dibesarkan oleh orang Jepang untuk waktu yang cukup lama, dan dibesarkan di Jepang khusus untuk warna mereka.

Mereka dikenal sebagai ikan jinak. Ikan koi merupakan hobi yang hebat. Mereka ikan yang cukup senang bermain dan suka bersembunyi di berbagai hal dalam kolam Anda apakah antara tanaman atau “nongkrong” di pompa.

Ini dianggap berharga dan bisa hidup lama; mereka bukan ikan mas, tetapi spesies yang berbeda dari ikan mas, dan ditemukan hampir di Cina dan Jepang di setiap taman di mana ada kolam. Mereka dianggap merupakan satu dari beberapa jenis ikan hias yang paling indah di dunia.

Mereka juga lebih santai untuk Anda lihat dan nikmati apakah pada saat Anda menyadarinya atau tidak, dan merupakan bagian dari budaya Cina kuno, dan adalah merupakan konsep dari Yin dan Yang berasal. Ikan Koi merupakan ikan hias yang tumbuh untuk suatu alasan.



Taman-taman di Jepang dan Cina sering ditemukan biasanya kurang kehidupan; jalan, kolam, batu, batu, jembatan, paviliun, batu. Ada juga beberapa tanaman tentu saja, tapi tidak sebanyak di taman Barat. Ikan koi dianggap merupakan ikan hias yang paling indah di dunia. Diyakini berasal di Persia, mereka lebih erat hubungannya dengan Cina.

Ikan koi sekarang berkembang di Candaba bukan hanya karena keindahan estetis, tapi juga karena potensi besar sebagai penghasil dolar, dan omnivora dan tidak terlalu pilih-pilih jenis makanan koi dan kadang-kadang mereka bahkan menikmati sedikit daun selada atau sayuran.

Ikan koi merupakan omnivora, mereka makan berbagai makanan baik itu hewan atau tumbuhan. Kebanyakan makanan koi yang diproduksi dan tersedia di pasar pada hari ini mengandung gizi yang seimbang untuk menjaga koi anda sehat dan bahagia. Mereka dibesarkan di Jepang khusus untuk warna mereka.

Sebuah contoh hadiah dapat mencapai kisaran $ 100,000. Ikan hias ini dibesarkan untuk suatu alasan. Perkembangbiakan dari mereka menjadi yang pertama populer di kalangan petani padi di Jepang. Mereka biasanya dianggap hulu berenang melawan arus, melambangkan kekuatan dan individualisme. Ikan koi sebenarnya merupakan ikan yang umum.

Mereka benar-benar permata hidup di kolam taman Anda dan benar-benar membuat kolam taman Anda menjadi hidup. Ikan koi dianggap berharga dan hidup lama; mereka bukan ikan mas, Ada beberapa jenis koi yang berbeda.

Memelihara ikan Maskoki atau ikan Koki

Jika Anda tertarik untuk memelihara ikan maskoki atau ikan koki, secara prinsip sama dengan pemeliharaan ikan hias lainnya.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah dengan memelihara kualitas air. Sebab, ikan ini memiliki karakter yg khas yaitu sangat rentan terhadap kadar ammonia terlarut didalam air. Jika tidak hati-hati, ikan ini bisa gampang mati.

Untuk mengatasi masalah kadar ammonia tersebut, hal yang dapat dilakukan ada dua hal, yaitu menetralisirnya, atau mengganti airnya. Menetralisir kadar ammonia bisa dilakukan dengan menggunakan biofiltrasi atau dengan menumbuhkan lumut air, yang akan menyerap zat-zat yang dapat meracuni ikan koki.

BUDIDAYA IKAN HIAS AIR TAWAR

BUDIDAYA IKAN HIAS AIR TAWAR


BUDIDAYA IKAN HIAS AIR TAWAR

Kalau sudah cinta dan hobi, biasanya orang bisa berjam-berjam duduk didepan wadah tembus pandang atau di kolam pekarangan hanya untuk memperhatikan keindahan dan warna-warni serta goyang lenggak-lenggoknya. Untuk mendapatkannya bahkan rela merogoh kocek jutaan sampai ratusan juta rupiah. Binatang yang dimaksud adalah ikan hias air tawar.

Bisnis ikan hias memang memiliki prospek bisnis menggiurkan. Dengan modal yang tidak terlalu besar dan sedikit keterampilan membudidayakannya anda dijamin dapat potensial income dari bisnis ini. Pasarnya pun terbilang cukup mudah, terutama di kota – kota besar seperti : Tangerang, Serang dan Cilegon, serta beberapa kota besar lain di Jabodetabek.
Alasan yang dipilih mengapa ikan hias sebagai sumber penghasilan ? karena usaha budidaya ikan hias tidak membutuhkan lahan yang luas, memerlukan modal yang kecil dan dapat dilakukan oleh setiap anggota keluarga juga waktu yang relatif singkat. Jenis-jenis ikan tersebut antara lain jenis siklid, platis, lemon, cupang, black ghost, manvis, palmas, guppy, diskus, oscar dan masih banyak lagi lainnya dengan tingkat pembudidayaan secara tradisonal, semi intensif ataupun secara intensif dengan sarana dan prasarana yang beragam.
Untuk mendapatkan hasil budidaya ikan hias yang baik dapat dilakukan dengan selalu menjaga kualitas dan kuantitasnya. Dalam menjaga kualitas dan kuantitas tidak terlepas dari cara budidaya ikan hias yang dilakukan. Oleh karena itu dalam kegiatan budidaya ikan hias perlu diperhatikan beberapa hal yaitu :

Wadah pemeliharaan

Budidaya ikan hias dapat menggunakan wadah dari berbagai jenis selama tidak bocor. Wadah budidaya yang sering digunakan untuk ikan hias adalah akuarium, kolam bak semen, kolam terpal/plastik, bak fiber glass dengan ukuran yang beragam. Selain itu juga dapat dimanfaatkan barang-barang bekas yang tidak bocor dan dapat ditambal dengan ukuran dan diameter yang beragam ukurannya. Wadah budidaya ikan sistem airnya ada yang mengalir dan ada yang tergenang. Wadah pembudidayaan ikan hias ini terdiri dari wadah perawatan induk, pemijahan, penetasan telur, pendederan, pembesaran dan penampungan hasil. Tetapi wadah yang digunakan tergantung dari jenis ikan dan yang utama adalah tergantung dari luas lahan dan modal yang dimiliki.

Lingkungan hidup ikan hias air tawar

Ikan hias mempunyai kemampuan hidup pada lingkungan yang beragam. Lingkungan hidup ikan yang sangat mempengaruhi adalah air, suhu, derajat keasaman (PH), kesadahan air, kandungan oksigen terlarut dan kecerahan. Untuk membudidayakan ikan hias haruslah sesuai dengan kondisi lingkungan air disekitar kita. Lingkungan air yang ideal bagi ikan hias rata-rata adalah untuk suhu air 24 – 300C, PH 6-7, oksigen terlarut > 3 ppm dan kecerahan air 30 – 60 cm.
Sumber air untuk budidaya ikan hias antara lain berasal dari air tanah, air sungai dan air PAM. Jenis-jenis air tersebut harus diendapkan dahulu minimal 12-24 jam sebelum dipakai agar kandungan oksigen terlarutnya cukup dan gas-gas yang lain hilang.
Untuk membuat PH yang sesuai dengan kehidupan ikan hias dapat dilakukan dengan memberikan kapur pertanian atau kapur bordo dengan dosis secukupnya bila terlalu asam/basa.
Kesadahan air menunjukkan kandungan mineral seperti kalsium, magnesium dan seng. Tingginya kesadahan sangat dipengaruhi oleh kondisi sekitar seperti jenis tanaman sekitar sumber air dan mikroorgnisme. Kesadahan atau kekerasan air yang ideal untuk budidaya ikan hias air tawar berkisar antara 70 – 100 HD
Kandungan nitrit dalam usaha budidaya ikan berasal dari sisa pakan, kotoran ikan, lumut, tanaman mati yang terdekomposisi dalam siklus nitrogen. Kandungan nitrit berpengaruh terhadap kesehatan yang berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan ikan

Pakan

Pakan untuk ikan hias yang diberikan biasanya adalah pakan alami dan pakan buatan. Jenis pakan alami yang biasa diberikan yaitu infusoria, kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, artemia, serangga, kodok, ikan hidup/mati. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang bahan dasarnya juga berasal dari pakan alami. Pakan buatan umumnya berbentuk pellet yang kadar proteinnya dapat diatur sesuai kebutuhan pertumbuhan ikan.

Pemilihan Calon Indukan

Dalam pemijahan ikan hias diperlukan indukan ikan jantan dan betina. Induk yang akan digunakan harus mencukupi umur untuk dipijahkan dan sudah matang gonad (kelamin). Untuk mengetahui tingkat kematangan gonad pada ikan hias dapat dilihat dari cirinya. Ciri induk matang gonad untuk induk betina antara lain perut gendut ke arah genital dan bila diraba terasa lembek serta halus, genital menonjol (membuka) dan bila diurut akan keluar beberapa telur. Sedangkan induk jantan yang matang gonad dicirikan bila diurut kearah genital akan mengeluarkan cairan sperma. Ikan hias akan mengalami matang gonad dan dapat dipijahkan pada umur 4 – 12 bulan tergantung jenis ikannya. Calon indukan kondisi badannya harus sehat, tidak terjangkit penyakit dan berasal dari keturunan (gen) yang baik dan bagus. Untuk mendapatkan calon indukan adalah dengan jalan membeli, diperoleh dari antar pembudidaya ikan hias, dari hobiis atau menghasilkannya sendiri.

Pemijahan

Pemijahan ikan untuk proses pembuahan telurnya ada yang berlangsung secara internal dan eksternal. Ikan hias ada yang bertelur dan ada yang beranak. Perlakuan proses pemijahan berbeda tergantung jenis ikannya. Oleh karena itu harus disiapkan media, bahan, alat yang diperlukan dalam proses pemijahan. Tidak semua ikan hias dapat melakukan pemijahan secara alami. Untuk membudidayakan ikan hias yang tidak bisa memijah secara alami dapat dilakukan dengan cara menyuntikkan hormon perangsang (induced spawning) agar bisa memijah baik secara alami atau melalui pengurutan (stripping). Perlu diketahui untuk membudidayakan ikan hias sebaiknya hindari pemijahan satu keturunan (inbreeding).

Penetasan Telur

Telur akan menetas tergantung dari jenis ikannya. Biasanya telur akan menetas setelah 24 jam menjadi larva. Penetasan (inkubasi) telur dapat dilakukan di akuarium,kolam permanen, corong dan happa. Dalam proses penetasan ada yang dilakukan dengan cara diangkat induk secara keseluruhan atau ada yang induknya ditinggal salah satunya. Proses penetasan telur ada yang memerlukan aerasi dan ada yang tidak.

Perawatan Larva hingga Pembesaran

Telur yang sudah menjadi larva akan mulai berenang kesana-kemari. Larva ikan dapat ditempatkan dalam akuarium, hapa, kolam bak, bak plastik, fiber glass dan kolam tanah serta wadah lainnya.
Selama mulai menetas sampai umur ± seminggu larva tidak perlu diberi makan karena masih membawa cadangan makanan berupa kuning telur (yolksack). Setelah seminggu sudah mulai diberikan makanan berupa infusoria, kutu air atau artemia, cacing sutera atau jenis makanan lainnya baik dari pakan alami atau buatan yang ukurannya lebih kecil dari mulut larva. Setelah ikan berukuran benih dan mulai besar pakan yang diberikan berupa kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, serangga, kodok, ikan hidup/mati atau pellet. Pemberian pakan yang umum dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.
Kepadatan penebaran benih ikan harus disesuaikan dengan luasan media budidaya, jangan terlalu padat atau terlalu jarang. Bila terlalu padat menyebabkan pertumbuhan ikan lambat dan jika jarang tidak efisien penggunaan media budidaya (pemborosan).
Air yang menjadi tempat benih ikan hidup, akan mengalami penurunan kualitas yaitu air menjadi kotor akibat sisa makanan dan kotoran ikan. Oleh karena itu diperlukan pembersihan air (penyiponan). Caranya dengan membuka pipa pembuangan atau menyedotnya. Air yang dibuang tidak semuanya, maksimal ¾ bagiannya. Setelah itu diisi kembali dengan air yang sudah diendapkan sebelumnya jangan air baru. Makanya para pembudidaya harus memiliki tendon air agar dapat melakukan penyiponan kapan saja. Frekuensi penyiponan air semakin sering semakin baik dan paling lambat sekali seminggu.
Ikan-ikan yang terawat akan mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan dan perkembanga ikan biasanya tidak seragam. Ada yang besar lebih dahulu, normal dan ada yang bantet (kontet). Untuk itu perlu dilakukan penyortiran dan pedederan ikan. Ikan-ikan yang berukuran seragam dikelompokkan berdasarkan ukuran agar pertumbuhannya seragam. Setelah dilakukan pendederan ini perlu dilakukan pendederan selanjutnya. Antara anakan jantan dan betina harus disortir dan dipisahkan untuk menghindari pemijahan dini he….supaya pertuumbuhan ikan normal dan untuk menyiapkan calon indukan.
Lama proses pemeliharaan ikan hias sampai ikan siap jual tergantung pada jenis ikannya. Pada umur 1-2 bulan biasanya ikan sudah berukuran 1-2 inci. Jadi dapat diukur pertumbuhan ikan dan kapan ikan itu bisa dijual tergantung pada jenis dan ukurannya. Ikan hias bisa dipasarkan kapan saja tergantung dari kebutuhan pembudidayanya.

Hama dan Penyakit

Pada budidaya ikan hias, pembudidaya ada kalanya menghadapi hama dan penyakit. Hama yang perlu ditanggulangi adalah ular, burung, katak, larva capung, keong dan yang paling penting adalah manusia. Penyakit yang menyerang ikan hias adalah penyakit yang disebabkan oleh bukan parasit (non parasiter) dan penyakit yang timbul karena serangan parasit.
Penyakit yang berasal dari non-parasiter biasanya bersumber dari faktor lingkungan dan terutama adalah makanan. Makanan yang tidak dibersihkan akan mengundang berbagai macam penyakit. Oleh karena itu makanan yang diberikan sebelumnya harus dicuci dulu agar bersih baru diberikan. Pemberian pakan yang berlebihan dan tidak sesuai akan mengakibatkan adanya gejala kekurangan oksigen dan keracunan. Lingkungan yang lainnya adalah adanya perubahan temperatur, PH dan kesadahan yng tidak sesuai ambang batas normal. Perubahan temperatur biasanya terjadi pada saat musim pancaroba. Pada saat inilah cupang banyak terserang penyakit. Oleh karena itu harus selalu mengontrol keadaan air.
Penyakit parasiter disebabkan karena adanya serangan parasit pada badan ikan, insang, lendir maupun dalam tubuh ikan itu sendiri. Parasit ini dapat berupa protozoa, cacing, udang renik, jamur, bakteri dan virus

Pemasaran

Permintaan ikan hias masih banyak pangsa pasarnya baik untuk pangsa pasar lokal dan ekspor. Untuk memasarkan ikan hias ini para pembudidaya bisa langsung menjual sendiri ke konsumen atau menggunakan jasa pengepul (pengumpul) yang biasanya sudah mempunyai jaringan yang luas dan ada juga pembeli yang langsung datang ke pembudidaya. Ada juga yang menawarkan ke agen-agen (supplier) atau berdagang keliling. Untuk memaksimalkan pemasaran hasil budidaya ikan hias, para pembudidaya harus bisa membuka jaringan yang luas agar bisa mendapatkan konsumen tetap. Cara lainnya adalah dengan melakukan usaha budidaya ikan hias dengan sistem plasma. Selain itu juga dengan membentuk kelompok/asosiasi yang saling menguntungkan antara sesama anggotanya.
Pembudidaya juga harus mempunyai pengepul tetap yang selalu siap menampung hasil usaha. Yang tak kalah penting adalah para pembudidaya harus aktif mencari konsumen secara langsung baik melalui hubungan langsung ataupun melalui media komunikasi seperti telepon dan internet. Konsultasi dan koordinasi dengan pemerintah sangat penting dilakukan untuk mencari terobosan dalam bidang pemasaran.
Budidaya ikan hias air tawar merupakan suatu komoditi yang dapat dikembangkan sebagai sumber mata pencaharian karena modal yang diperlukan kecil, dapat memanfaatkan lahan yang sangat terbatas dan waktu yang relatif singkat serta cara budidaya yang mudah. Sekarang yang sangat diperlukan adalah pembinaan dari pemerintah atau instansi terkait lainnya untuk mengembangkan potensi budidaya ikan hias diwilayah masing-masing untuk mengangkatnya sebagai komoditi unggulan juga lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran.
Kabupaten dan Kota Tangerang telah banyak yang membudidayakan ikan hias air tawar dan mempunyai penghasilan yang tinggi. Mudah-mudahan kota-kota besar lainnya di Provinsi Baten dapat meanfaatkan peluang ini baik untuk pangsa pasar lokal maupun ekspor.


Kingdom of Kingfishers!

Smyrna kingfisher in the pre-dawn fog at Hula-Agamon Park.

I was in Israel on a birding tour over the Thanksgiving holiday this year, attending the Hula Valley Bird Festival. The trip was amazing and amazingly birdy almost everywhere we went. For this post I'm going to highlight the incredible density of kingfishers we encountered.

But first some background!

I'd been to Israel once before, in the late 1980s. I'd be shocked if any readers of this blog recall my article about that trip, written for Bird Watcher's Digest and published in the September/October 1985 issue of BWD. That was my first-ever BWD article written about my first-ever official overseas birding trip! Both times I had to do some careful thinking and planning both because Israel is a long way away and because it's in a part of the world that's often in the news, usually due to political unrest between neighbors. Fortunately on both trips, each lasting more than a week, any concerns I had were unwarranted—the people were friendly, the neighbors were neighborly, the weather was wonderful, the landscape was beautiful and the birds were beyond expectation.

Consider yourself warned that I'm working on another Israel article, along with a podcast, and a gallery of images for the not-so-distant future for BWD. Now back to the kingfishers.

Located as it is in the middle of the arid, mostly desert Middle East, Israel would be no more bird-rich than its neighbors except for one major factor: water. Water flows through this country from north to south and it is channeled and used in a variety of ways, especially for agriculture. Wherever this water occurs, so do birds, especially water-loving birds like the kingfishers. We encountered three kingfisher species during our time in the Hula Valley in northern Israel and on short trips out from the valley in all directions: the common kingfisher, the pied kingfisher, and the white-throated or Smyrna kingfisher.

Pied kingfishers at a fish farm.

Israel has a lot of fish farms. These fish farms have a lot of fish, which means they also have a lot of fish-eating birds. Nearly every day during our birding trip we stopped at some set of man-made ponds, reservoirs, fish farms, or water-treatment facility. We'd scan the water and shoreline for birds, often looking past the number of kingfishers present. In the image above, there are eight pied kingfishers on a single perch. We sometimes would see twice that many or more perched on sticks and posts along one side of a pond. It was nuts! Only a few individuals were so intent on fishing that they allowed close approach. This is likely a result of the bird-scaring efforts that the fish farmers have to do in order to control the loss of their "crop" to the crops of birds.

The small common kingfisher, which is widespread in Europe, seemed to be the most shy. We'd normally catch brief glimpses of one as it zipped low over the water from one hidden perch to another. Or we'd spy their glimmering iridescent plumage at a distance as we were scanning with our optics.
White-throated kingfisher, aka Smyrna kingfisher, aka white-breasted kingfisher.

The largest of the three kingfisher species we encountered is the white-throated kingfisher, also often referred to as the Smyrna kingfisher. These stunning and bold birds were noisy enough to make their presence known even when they were out of our direct sight.

The pied kingfisher is a study in blacks and whites as its name implies. Slightly smaller than the white-throated kingfisher, the pied was our most frequently seen kingfisher species. Both of the larger kingfishers could regularly be seen away from water, hunting lizards and geckos from a watching perch.

Water brings life to the desert and attracts living things from all directions. It is the kingdom of kings and the kingdom of kingfishers, too!

Here are a few of my better kingfisher images from last week's trip. Enjoy!

A pied kingfisher launching from a perch over water in the Hula Reserve Park.


Hovering pied kingfisher at Ma'agan Michael along the Mediterranean.


No one knows why this species is named white-throated kingfisher.


Common kingfisher held by a staff member at the Hula-Agamon ringing (banding) station.

Pied kingfisher at Ma'agan Michael.

Langkah-langkah yang perlu Anda lakukan sebelum mulai memelihara ikan hias

Langkah-langkah yang perlu Anda lakukan sebelum mulai memelihara ikan hias
Berikut ini langkah-langkah yang perlu Anda lakukan sebelum mulai memelihara ikan hias:


1. Cari informasi sebanyak mungkin sebelum membeli ikan. Perhatikan faktor-faktor berikut:

* Seberapa besar ikan tersebut bila dewasa dan apakah Anda mempunyai akuarium yang cukup besar untuk mengakomodasi ukuran tubuh ikan setelah dewasa.
* Cari tahu mengenai suhu air, rentang pH dan sebagainya
* Jenis makanan ikan
* Temperamen spesies ikan hias. Apakah spesies tertentu cocok untuk disatukan dengan jenis ikan yang sudah Anda miliki atau ingin Anda pelihara di masa mendatang.
* Apakah spesies yang akan Anda pelihara mampu berkembang biak dengan cepat? Apakah anda memiliki peralatan pada saat ikan berkembang biak?
* Apakah ikan yang akan dibeli rentan terhadap penyakit tertentu?

2. Belilah akuarium sebesar mungkin sesuai dengan anggaran dan ruang yang Anda miliki. Akuarium yang besar menyebabkan air dalam akuarium lebih stabil. Sebagai contoh, bila pemanas suhu rusak, dan toko-toko Jual Ikan sudah tutup, suhu air akan lebih stabil dalam akuarium yang besar.

3. Pelajari tentang siklus nitrogen dalam akuarium

4. Pelajari peralatan akuarium

5. Belilah buku-buku tentang ikan hias.

6. Sediakan banyak tempat bersembunyi bagi ikan. Tempat bersembunyi akan menjadi tempat pengungsian ikan dan akan menurunkan level stress ikan.

7. Beli test kit air akuarium untuk memonitor siklus nitrogen akuarium. Anda dapat membeli test kit untuk menguji kadar amonia, nitrit, nitrat dan pH. Anda juga harus menguji air ledeng bila menggunakan air PAM.

8. Jangan meletakkan akuarium di dekat jendela. Cahaya matahari yang memasuki akuarium akan menyebabkan ledakan ganggang hijau. Sinar matahari langsung juga akan menyebabkan suhu air dalam akuarium meningkat.

9. Jangan mengikuti aturan 1inci ikan per 1 galon air. Aturan yang lebih baik adalah 1 inci ikan per 2-3 galon air.

10. Lakukan deklorinasi air ledeng sebelum dimasukkan ke dalam akuarium

11. Beli filter akuarium yang memiliki beberapa cartridge, sehingga anda bisa mengganti salah satu bila sudah kotor.

12. Jangan membilas filter dengan air ledeng. Gunakan air dalam akuarium yang sudah Anda saring saat mengganti air ikan hias. Klorin dan kloramin dalam air ledeng akan membunuh bakteri penghilang nitrit dan nitrat dalam filter.


It's a Sign: The Sequin Pants Saga

A couple years ago you would have found me hunched over the computer staring at Siwy's sequin Hannah's for hours.  I am by no means daring with the sequins, yet there was just something about these pants.  Should I? Shouldn't I? Should I? Shouldn't I? It was a never-ending cycle of staring and questioning.  Then they went on sale.  It was the height of the recession (or is that now? It's like a broken record...) and I just kept watching and waiting for a slightly lower price then BAM! Those hookers were gone!  Snatched out from under me while I fell asleep at the watch computer being a cheapskate.

Funny how it goes, isn't it?  You think you might not need something and then the moment you can't have it anymore you suddenly realize, 'Hey I really do need those pants.  I need them now.  I will wear them every day.' Of course it was too late, but I never forgot those pants.  Every once in awhile I would take it to eBay and do a search that resulted in, well, nary a sequined pant.

And then last fall rolled around and Isabel rained down with her sequins during which time 
I almost poked my own eyes out for having dropped the ball.
which if you're not reading you're seriously robbing yourself.

Aaaand of course in winter Carey appeared wearing the gold version I had lamented over, though likely would never have had the nuts to wear.  Yes I just said nuts.  I bawled softly into a kleenex while kicking myself yet again.

And then it happened.  A few weeks ago I was perusing Hautelook (which I rarely ever do uh, hel-lo SIGN!) and spotted a Siwy sale on the horizon.  Silently I whispered, 'If those friggin' pants are there they are mine.'  Cut to scene and there I was, clicker finger at the ready, 8am PST the following day.  I open the sale, I see the pants, I scream out loud and purchase the mothers!!!  Admittedly, a bit of angst remained.  Would they live up to my long-awaited expectations?  Did I really need them after all? (seriously I have no idea what is wrong with me).  Well they arrived and all I have to say is hell yes!

*Due to copious amounts of work you may notice I have not had an outfit post or consistent posts of any sort in weeks.  My bad on that front and we're doing what we can to rectify, but as you well know love don't pay the bills.*  

In the meantime examine the evidence:

In parting I leave you with the words of Winston Churchill and the kid on Martian Child:  
"Never ever, ever, ever, ever, ever, ever give up."

Seputar Kesenangan Terhadap Ikan

Seputar Kesenangan Terhadap Ikan

Kesenangan Terhadap Ikan

Sejarah beternak, membesarkan dan memelihara ikan hias yang bernilai baik dan juga ikan untuk dikonsumsi adalah sangat panjang.

Lebih dari 4.000 tahun yang lalu, orang-orang membudidayakan ikan, di kolam pada awalnya, tetapi kemudian di tangki buatan manusia atau akuarium. Hari ini, memelihara ikan di rumah Anda menjadi sangat mudah.

Sebagai contoh ikan yang di pelihara, dapat ditemukan di antara orang-orang Mesir dan Roma. Mesir akan selektif untuk mengembang biakan ikan dengan karakteristik tertentu dan untuk keindahan ikan itu sendiri.

Di Kuburan Mesir, seringkali bisa ditemukan contoh ikan, sering dikaitkan dengan benda keramat. Nanti ada contoh Roma memelihara dan menjual ikan air tawar sebagai makanan.

Di Yunani, Aristotle adalah yang pertama belajar secara formal tentang ikan dan mengklasifikasikannya dalam beberapa jenis. Dia menemukan 115 jenis ikan, sementara sekarang para ilmuwan telah mengklasifikasikan bahwa ada lebih dari 20.000 spesies ikan.

Ikan jenis Goldfish adalah ikan hias akuarium yang sangat popular pada hari ini. Mereka sebenarnya di ternakan di Cina sejak 1.000 tahun yang lalu, dan dipelihara untuk nilai hias mereka. Pada akhir abad ke-17, goldfish telah merambahke Inggris dan pada pertengahan abad ke-19 juga merambah ke Amerika.

Baik di Inggris dan Amerika, mereka dapat dilihat di danau dan kolam hias di seluruh negara. Pada 1853, aquarium ikan hias untuk umum terbesar di dunia yang pertama di buka untuk umum di Regents Park London . Segera setelah ide umum aquariums untuk umum tersebar di Eropa dan Perancis, dan Jerman, kemudian mereka membuka aquarium juga.

Namun, karena kurangnya pengetahuan tentang penyaringan, menambahkan udara ke dalam air dan pengendalian suhu air, sebagian besar ikan mati. Segera, Namun, orang-orang di aquariums telah belajar dari kesalahan mereka dan dengan teknologi baru, mereka sukses mengatur aquarium yang lebih besar.

Pada tahun 1856, P.T. Barnum of Barnum & Bailey fame, membuka aquarium umum pertama di Amerika Serikat. Setelah 50 tahun daya tarik pada aquarium kemudian meningkat dan popularitas aquariums juga meningkat.

Hari ini dengan kemajuan system penyaringan, sistem pompa, tangki dan makanan ikan, sekarang cukup mudah untuk menjaga aquarium sendiri di rumah. Anda dapat memilih antara aquarium air asin atau aquarium air tawar.

Secara umum, aquarium air asin memerlukan perawatan lebih seksama, karena ada lebih banyak faktor yang terlibat untuk menjaga lingkungannya agar bisa stabil.

Kelebihan dari akuarium air asin adalah anda dapat memiliki banyak jenis ikan yang lebih beragam, walaupun biasanya biayanya agak sedikit lebih mahal dari ikan air tawar. Seberapa besar aquarium yang Anda inginkan tergantung seberapa besar jumlah uang yang Anda habiskan.

Jika Anda menyukai pemandangan aquarium, tetapi tidak dapat atau tidak ingin membersihkannya sendiri, ada banyak layanan pembersih aquarium pada saat ini yang akan akan datang ke rumah Anda, membersihkan aquarium Anda dan melakukan perawatan apa yang dibutuhkan. Hal ini sangat bermanfaat dengan Aquarium air laut.

Manusia telah memiliki kesenangan yang cukup lama pada ikan. Apakah itu ikan yang dipelihara di kolam atau di aquarium, orang-orang telah mengambil ikan untuk dijadikan makanan, kepuasan atau keduanya. Dengan kemajuan teknologi, sekarang lebih mudah untuk memelihara ikan daripada 20 tahun yang lalu.

Jika Anda berpikir tentang memiliki aquarium, lakukan penelitian dan lihat betapa mudahnya memiliki wonderland air sendiri di ruang keluarga Anda.
Bukan hal yang sulit untuk menghadirkan keindahan kehidupan air di rumah. Baik itu berasal dari lingkungan air tawar, maupun dari lingkungan laut, dengan memelihara ikan hias.

Yang diperlukan adalah sebuah bak kaca dan beberapa alat pendukung kehidupan mahluk air tersebut, sedikit pengetahuan dasar tentang kimia air, sedikit informasi mengenai perilaku penghuni, dan sedikit sentuhan seni.

Satu hal yang perlu diingat bahwa keberhasilan memelihara ikan hias tergantung pada keberhasilan “memelihara” airnya. Apabila kita berhasil “memelihara” airnya maka ikan dan penghuni akuarium lainnya otomatis akan dapat memelihara dirinya sendiri.

Adakalanya kita akan menyadari, bahwa menjadi seorang penyuka ikan cantik ini, mau tidak mau, secara otomatis akan sekaligus pula menjadi seorang orang “ahli” kimia, fisika, biologi dan matematika.

Spesies Ikan Hias tertentu bisa hidup dalam waktu yang sangat lama bila dirawat dengan baik. Oleh karena itu, anda harus memiliki komitmen jangka panjang sebelum mulai memeliharanya.


Berikut ini langkah-langkah yang perlu Anda lakukan sebelum mulai memelihara ikan hias:

selanjutnya : 

INFO BURUNG KICAUAN. Powered by Blogger.