Latest Updates

Jenis jenis burung perkutut

Burung perkutut memiliki nama latin Geopelia Striata yang secara harfiah berarti merpati lurik. Di dunia internasional lebih dikenal dengan nama Zebra Dove atau Barred Ground Dove karena warna bulunya bergaris-garis mirip kuda zebra. Sementara di Malaysia dan Singapore dikenal dengan nama burung Ketitir atau Merbok. Dan di Thailand dikenal dengan nama burung Jawa atau Nokkhao Chewa, karena memang berasal dari tanah Jawa. Dan burung perkutut ini termasuk dalam kelas burung bangsa Columbidae atau bangsa merpati-merpatian dimana di kelas ini termasuk didalamnya adalah burung merpati, puter, derkuku/tekukur dan sebangsanya.
Seperti yang kita ketahui bahwa ciri - ciri dari jenis burung merpati-merpatian adalah sbb:
  • Hidup berpasangan dan bertelur dua. 
  • Mempunyai tembolok (pemakan biji-bijian).
  • Mempunyai alat yang dapat menutup hidung, sehingga tidak perlu mengangkat kepalanya pada saat minum.
  • Burung jantan bertubuh dan bersuara lebih besar serta menyanyi / berbunyi (bukan berkicau) untuk memikat betina.
  • Suara nyanyian yang dihasilkan berasal dari selaput suara (syrinx) yang terletak pada bagian belakang tenggorokan yang berhubungan dengan paru-paru, yang tampak mengembung pada saat berbunyi.
Sub-Jenis Burung Perkutut
Bangsa perkutut (Geopelia Striata) sendiri terdiri dari beberapa jenis yaitu:

1. Geopelia Striata Striata
yaitu perkutut yang kita kenal dan biasa kita pelihara, termasuk perkutut lokal dan perkutut Bangkok, habitat aslinya di Jawa, Bali dan Sumatera.

2. Geopelia Striata Mangeus
dikenal sebagai perkutut Bali/Sumba yaitu perkutut yang habitat asalnya di Bali, Lombok, Sumba, Sumbawa dan Timor. Perkutut ini memiliki ciri khas kelopak matanya berwarna kuning.

3. Geopelia Striata Audacis
perkutut yang habitat aslinya ada di kepulauan Kei dan Tanimbar.

4. Geopelia Striata Papua
perkutut yang berasal dari Papua dan Papua New Guinea

5. Geopelia Striata Placida
perkutut yang berasal dari Papua dan Australia Utara

6. Geopelia Striata Tranquila













perkutut yang berasal dari Australia Tengah

7. Geopelia Striata Clelaudi














perkutut yang berasal dari Australia Barat.

8. Perkutut Hawaii 













Di Hawaii ternyata banyak terdapat burung perkutut yang hidup bebas berkeliaran di hutan dan bahkan di kota-kota dekat dengan penduduk, seperti burung gereja saja yang ada di kota-kota di Indonesia. Perkutut Hawaii ini disebut sebagai Zebra Dove dan aslinya berasal dari tanah Jawa juga yang dibawa oleh orang-orang Jawa yang pergi ke Hawaii.

9. Perkutut Bangkok 
Dikenal di masyarakat kita kalau perkutut Bangkok bersuara besar dan ngebass. Sementara perkutut yang biasa ditangkap dari hutan disebut perkutut lokal bersuara kecil. Hal ini hanya salah kaprah saja, salah tetapi dianggap benar, karena perkutut Bangkok pun asalnya juga dari tanah Jawa yang sudah dikembangbiakkan dan diambil keturunannya yang bersuara besar dan banyak yang di ekspor ke Indonesia lagi. Dan saat ini hampir seluruh penghuni kandang ternak di Indonesia adalah keturunan dari perkutut yang didatangkan dari Bangkok. Trend terakhir 2008-2009 kembali perkutut dari Bangkok dan Thailand Selatan yang bersuara besar dan berujung panjang banyak didatangkan ke Indonesia sebagai indukan. Kerabat Dekat PerkututKerabat terdekat perkutut ada dua jenis yaitu bangsa Geopelia Humeralis atau perkutut raksasa karena memang ukuran badannya sangat besar hampir dua kali lipat dibanding ukuran badan perkutut biasa. Berasal dari Australia bagian Utara. Dikenal juga sebagai Barred Ground Dove dikalangan internasional.Kerabat berikutnya banyak dipelihara di Indonesia yaitu Geopelia Cuneata atau lebih dikenal dengan nama Diamond Dove. Ukuran tubuhnya hanya setengah dari ukuran tubuh perkutut biasa. Dan di Indonesia banyak dipakai sebagai induk asuh untuk meloloh piyik perkutut untuk mempercepat proses produksi piyik perkutut.

Semua jenis perkutut di atas umumnya disebut sebagai perkutut lokal, sedangkan yang dimaksud perkutut Bangkok (Thailand)  adalah perkutut belang (G.S. Striata) yang juga berasal dari Indonesia tepatnya di Pulau Jawa. Dan sudah mulai diternakkan di Thailand sejak  50 tahun yang lalu. Secara fisik perkutut lokal dan bangkok hampir sama. Secara fisik hanya dapat dibedakan oleh orang yang sudah biasa melihatnya, yaitu dengan melihat matanya di mana mata perkutut lokal mempunyai lingkaran mata warna putih lebih besar daripada mata perkutut bangkok. 
Cara yang paling mudah adalah dengan mendengarkan suaranya. Perkutut lokal mempunyai suara yang ringan dan datar serta tempo iramanya cepat, sedangkan suara perkutut bangkok lebih besar (nge-bass). 
Perkutut lokal terutama yang merupakan tangkapan dari alam, makin hari makin berkurang peminatnya selain oleh karena mutu suaranya yang kurang baik juga disebabkan bakalan (anak/remaja) perkutut lokal untuk menjadi rajin manggung memerlukan waktu antara 2 hingga 4 tahun, sedangkan perkutut bangkok usia 7 bulan sudah bocor jika perawatan, makanan dan keturunannya cukup baik.

Perkutut Jantan dan Betina
Kelamin perkutut dapat dibedakan dengan cara meraba supit (tulang bagian perut bawah dekat dubur). Kalau supitnya dekat sekali, keras dan hampir rapat umumnya berkelamin jantan, sedangkan kalau renggang dan lunak umumnya berkelamin betina.

sumber: berbagai sumber

Tips Cara Jitu Semai Biji Adenium

Video by andriantoh
denium merupakan jenis tanaman hias yang mudah tumbuh. Lihatlah pada kedua ujung biji terdapat bulu yang mampu membawanya terbang dan jatuh di tanah. Ia bisa tumbuh segera dengan mudahnya.


Jika Anda ingin mendulang sukses dalam menyemai benih, kuncinya adalah penggunaan media yang steril dan berkualitas baik. Jika Anda tidak yakin dengan media yang digunakan, sebelumnya sterilkan dengan cara mengukus dan menyemprotkan fungisida serta menjemurnya. Berikut ini langkah-langkah menyemai biji adenium :
  • Rendam biji dalam air sekitar 10 menit.
  • Siapkan media dalam pot dengan komposisi sekam bakar : cocopeat = 1 : 1 (kalau tidak ada cocopeat, bisa diganti dengan serutan kayu halus) atau cukup dengan sekam bakar saja.
  • Isi pot dengan ¾ media.
  • Letakkan biji-biji dalam posisi terbaring, dengan jarak masing-masing sekitar 1 cm. Pot ukuran diameter 20 bisa untuk menanam sekitar 100-150 biji.
  • Taburi biji dengan sedikit media asal terbenam ( biji jangan terbenam terlalu dalam).
  • Semprot dengan air, dengan siraman atau spray halus.
  • Tutupi plastik transparan dan letakkan di tempat teduh (tidak boleh terkena panas matahari).
  • Semprot dengan air tipis-tipis setiap hari atau tergantung kondisi media agar kelembaban tetap terjaga. Kira-kira seminggu kecambah akan muncul.
  • Setelah tumbuh daun, plastik penutup diangkat, tetap letakkan di tempat teduh dan selalu disiram dengan cara spray.
  • Setelah 2 bulan [daun berjumlah 6 hingga 8] pindahkan setiap pohon ke polybag kecil atau gelas air mineral, dengan komposisi media adalah sekam bakar : pasir Malang = 1 : 1 (dan tambahan ¼ bagian pupuk kandang yang telah difermentasi atau bukan kotoran ternak baru). Kalau tidak ada pasir Malang (pasir kasar) bisa diganti dengan membuat remahan dari batu bata yang ditumbuk kasar kira-kira berdiameter 1-2 mili (jangan terlalu halus) untuk menjaga sirkulasi udara dalam media.
  • Sebelum memasukkan media, bagian bawah polybag beri potongan-potongan stereofoam agar air tidak tertahan di bawah (akan menyebabkan busuk).
  • Letakkan tanaman di tempat yang panasnya sedang terkena matahari beberapa jam sehari. Secara bertahap setelah agak besar dipindahkan ke tempat yang kena matahari penuh

Mandevilla Sanderi Tanaman Rambat Yang Berbunga




Tanaman rambat banyak digunakan sebagai naungan dan juga menjadi penutup dari satu tempat yang dirasa membutuhkan pelindung dari sinar matahari. Banyak macam dan ragam tanaman hias namun yang mampu berbunga lebat dan punya warna yang indah jumlahnya sangat terbatas. Salah satunya adalah Mandevilla Sandersi tanaman rambat berbunga dengan banyak pilihan warna.

Tanaman rambat memang banyak digunakan untuk menciptakan suasana rumah yang asri. Disitu memang tanaman rambat akan lebih mendukung konsep tersebut karena mampu tumbuh rimbun dan mempunyai bunga yang berwarna cerah. Kesan yang muncul selain teduh juga mampu memberikan kombinsai warna yang menawan. Mandevilla sendiri disebut juga sebagai bunga terompet karena bunga yang muncul mirip seperti terompet. Tanaman ini diyakini berasal dari wilayah Florida, Amerika Serikat dengan kombinasi warna yang beragam mulai dari merah, putih, dan pink. Bentuk kelopak juga cukup beragam salah satunya mampu tumbuh menumpuk seperti halnya adenium dokson atau bunga mawar. Tanaman yang cukup melegenda di dunia landscapedan eksterior ini mempunyai karakter membutuhkan sinar matahari penuh untuk tumbuh. Kondisi ini tentu sangat cocok dengan fungsi tanaman sebagai naungan. Apalagi bila lokasi rumah berada di daerah perkotaan yang punya suhu udara sangat panas.

Menurut Badrun Sutiyuko dari Aghissa Florist Banjarmasin yang menjual mandevilla, tanaman ini meski berasal dari wilayah yang dingin namun bisa tumbuh baik dengan lingkungan yang panas. Bahkan semakin banyak terkena sinar matahari warna yang muncul akan makin cerah. Secara fisiologis tanaman ini hampir tidak berbeda dengan tanaman merambat lainnya yaitu punya batang yang menjulur dan akar yang menempel pada tempat naungan. Kelebihan yang paling menonjol pada tanaman ini adalah bentuk bunga yang cukup besar. Meski disebut juga sebagai bunga terompet namun bentuk kelopak bunga juga hampir mirip dengan kembang sepatu (hibiscus rosa-sinensis L.)

Tanaman yang di luar negeri juga disebut sebagai brazilian jasmine ini punya bentuk yang cukup menarik dimana untuk kelopak bunga akan memutar dan menutup satu dengan lainnya. Bunga akan muncul diujung tangkai sehingga semakin rimbun tanaman maka bunga akan muncul makin banyak dan serempak (bunga kompak).

Pada bagian daun mandevilla punya karakter yang meruncing dengan serat daun yang menonjol. Disini daun yang tumbuh tidak terlalu mendominasi dibandingkan mekarnya bunga. Tidak seperti tanaman rambat lainnya yang lebih mendominasi adalah daun sementara bunga hanya muncul di beberapa bagian saja.

Suka Panas
Tanaman yang masuk dalam keluarga apocynaceae ini memang membutuhkan sinar matahari secara penuh untuk tumbuh. Sehingga saat menanam mandevilla diusahakan menghadap ke arah timur atau barat untuk mendapatkan sinar matahari yang bagus. Keunikan lain tanaman ini adalah mampu berbunga terus tanpa henti dalam satu tahunnya.

Untuk kelangsungan hidup tanaman ini juga mampu tumbuh dengan baik meski sudah berusia antara 3-4 tahun. Jelas kelebihan ini jauh dari jenis tanaman lainnya yang mati setelah berbunga. Bahkan selain merambat mendevilla juga bisa tumbuh secara menjuntai karena mempunyai batang yang lemas.

Perawatan tanaman ini hanya perlu sinar matahari penuh dan penyiraman yang rutin. “Bunga akan lebih banyak keluar bila terkena sinar matahari penuh dan air yang cukup,” terang Badrun. Bahkan bila perlu dilakukan penyiraman pada pagi dan sore hari setiap harinya.
Meski bisa tumbuh baik dalam media tanah/tanpa pot namun bila memungkinkan lebih baik di tanam dalam pot. Sebab kondisi dalam tanah tidak bisa diprediksi karena bila terdapat cacing atau mikroorganisme yang merugikan bisa menghambat pertumbuhan. Apalagi bila sudah menyerang akar pasti tanaman tidak akan bertahan lama dan mati.

Media dalam pot bisa menggunakan beberapa campuran seperti kompos, sekam bakar maupun pakis. “Sekam dan kompos lumayan bagus, bisa juga ditambahakan cocopeat bila lingkungan sangat panas,” imbuh Badrun. Yang harus diingat bahwa semakin besar ukuran pot maka akar akan lebih mudah bergerak dan akhirnya membuat tanaman tumbuh lebih sehat.Perlawanan terhadap serangga maupun penyakit setidaknya satu bulan sekali disemprot dengan insektisida. Sementara untuk pupuk bisa mengunakan slow releasedengan kandungan N dan P yang lebih besar atau pupuk daun yang langsung disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. [wo2k]

Cantik Untuk Pagar

Meski banyak difungsikan sebagai tanaman naungan namun tidak baku bahwa mandevilla harus sebagai penahan sinar matahari. Beberapa alternatif penempatan lokasi juga bisa dipilih sebab hasilnya juga tidak kalah menarik untuk menyempurnakan eksterior.

Mempercantik pagar banyak dilakukan dengan menanam mandevilla atau bisa juga di rambatkan pada tiang utama teras rumah. Disitu kesan kaku dari bentuk bangunan akan hilang dengan warna hijau daun bunga yang mekar. Bahkan untuk pagar bisa sebagai penyerap debu yang efektif terutama untuk lokasi hunian di samping jalan raya. Selain itu dengan diberikan tanaman merambat maka kesan kaku dan formal dari pagar akan hilang. Karena dengan munculnya bunga akan menimbulkan kesan adem dan nyaman.
Membuat kreasi sendiri juga bisa dilakukan dengan membuat penyangga yang dibentuk sesuai dengan keinginan. Bahan yang digunakan bisa beragam mulai dari potongan bambu hingga kawat yang dibentuk sedemikian rupa. Selain bambu dan kawat beberap bahan bisa juga di gunakan sebagai penyangga untuk rambatan seperti tali-temali yang tentunya didesain dengan menarik.Kreasi bentuk penyangga bisa dibentuk sesuai keinginan bahkan bisa menyerupai binatang. “Penyangga berbentuk hewan seperti burung maka mendevilla yang tumbuh juga bisa menyerupai bentuk yang sama,” terang Badrun. Kondisi ini memang menjadi salah satu keunggulan tanaman merambat dimana bentuk tanaman akan menyesuaikan dengan media rambatan

Serba Serbi Perkutut katuranggan

Ada cerita yang melegenda dalam masyarakat Jawa perihal burung perkutut. Burung ini menurut ceritanya, merupakan jelmaan seorang pangeran yang pada zaman Kerajaan Majapahit dikenal dengan legenda Joko Mangu. Bermula dari hal itu maka kemudian berkembang dalam tradisi masyarakat Jawa bahwa Burung Perkutut menjadi sakral keberadaannya. Bagi Priyayi Jawa, burung menjadi salah satu dari sapta brata yang harus dimiliki. Oleh karenanya masyarakat Jawa khususnya para laki-laki banyak yang memelihara burung atau kukilo khususnya burung perkutut.

    Banyak pertimbangan mengapa masyarakat Jawa khususnya kaum lelakinya memelihara burung perkutut. Diantara berbagai pertimbangan tersebut yakni sekedar prestise hingga nguri-nguri ajaran adiluhung nenek moyang. Leluhur orang Jawa dulu sering memberi wejangan bahwa manuk (burung) terdiri dari unsur kata ma (manjing) dan nya (nyawa) yang artinya urip atau hidup. Wejangan itu kemudian diterjemahkan dengan “aja mung ngoceh, nanging manggungo utawa yen ngomong kudu sing mentes” artinya kalau berbicara harus yang berisiSelama ini terdapat dua macam kategori orang yang gemar akan burung perkutut, yakni karena anggung (suara) dan karena cirimati (ciri baku) atau katuranggan. Orang yang menyukai burung perkutut karena anggung atau suaranya kebanyakan akan diikutsertakan dalam lomba atau sekedar hanya untuk klangenan. Sementara yang suka burung perkutut karena cirimati atau katuranggan biasanya memiliki kepercayaan bahwa dengan memelihara burung perkutut akan bisa mendatangkan rezeki atau keberuntungan.

    Konon kepercayaan masyarakat Jawa akan katuranggan, angsar atau tangguh burung perkutut dipengaruhi oleh legenda Joko Mangu. Diceritakan dalam legenda tersebut bahwa saat zaman Kerajaan Majapahit dulu ada burung perkutut yang merupakan jelmaan Pangeran dari Pajajaran yang bernama Joko Mangu. Burung tersebut lepas dari Pajajaran dan terbang ke arah timur hingga ke Majapahit. Selanjutnya Burung Perkutut dengan nama Joko Mangu itu lepas lagi dari Majapahit dan terbang ke arah pesisir. Artinya pulung atau keberuntungan Majapahit lepas dan akhirnya menuju ke arah pesisir hingga munculah Kerajaan Demak. Dari pesisir akhirnya Joko Mangu terbang lagi dan menuju ke selatan dan ditemukan oleh Ki Ageng Paker dari Ngayogyakarta.

    Dalam memelihara burung perkutut yang perlu dipersiapkan adalah diri pribadi orang itu sendiri. Artinya, kepercayaan akan katuranggan, pulung atau angsar dan tangguh harus tetap ditempatkan pada posisi yang semestinya. Kepercayaan akan Tuhan menjadi mutlak, melebihi kepercayaan pada siapa dan apapun. Mengenai pulung atau wahyu, akan datang dengan sendirinya, jika seseorang itu telah benar-benar tertata. Dalam dunia pewayangan selalu pulung sing nggoleki uwong, dudu uwong sing nggoleki pulung atau isi sing nggolek wadhah, dudu wadhah sing nggoleki isi.

Sejarah & Perkutut Katuranggan

Jika disimak, dunia hobi perkutut seperti tidak ada surutnya. Bahkan, justru sebaliknya, dari tahun ke tahun penggemar burung kelanggenan ini semakin bertambah. Pada zaman kerajaan dahulu, burung perkutut hanya dipelihara oleh kalangan ningrat. Kebiasaan menikmati bunyi anggungan perkutut sudah berlangsung sejak zaman Majapahit. Ketika Joko Mangu perkutut milik Prabu Brawijaya V (raja Majapahit terakhir) lepas dari sangkar, burung itu diketemukan kembali oleh sang raja dalam perjalanannya di wilayah Yogyakarta. Tepatnya, ditemukan di daerah kretek, dekat Imogiri, Kabupaten Bantul. Berangkat dari sinilah maka, raja-raja Mataram yang merasa dirinya keturunan Prabu Brawijaya penguasa Majapahit melestarikan dan mentradisikan kekukututan (memelihara perkutut) dalam kehidupan Keraton Ngayogjakarta. Kekukututan dianggap memiliki nilai-nilai budaya adiluhung.

Tradisi kekututan di Keraton Ngayogjakarta Hadiningrat muncul pada zaman Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Buwono VII (1877-1921) mengembangkan perkutut dekat Imogiri untuk Sanden. Sanden adalah acara mendengarkan suara perkutut secara bersama-sama dengan menikmati hidangan sekedarnya. Pada masa inilah lahir Gending Monggang yang khusus disajikan dalam upacara sakral Grebeg. Lagu karya Sri Sultan Hamengku Buwono VII ini tercipta dengan diilhami suara anggungan perkutut bernama Monggang. Kebiasaan menikmati bunyi suaranya anggungan perkutut yang indah ini sebenarnya dimulai sejak zaman Majapahit dan memang burung yang satu ini pada waktu itu biasanya hanya dipelihara oleh kalangan ningrat kerajaan.

Pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (1921-1939), keraton sering menyelenggarakan kekututan yang disebut Lurugan Beksi Berkutut, sekarang ini mungkin identik dengan konkurs perkutut. Kegiatan itu banyak diikuti para bangsawan, petinggi pemerintahan para pedagang kaya, dokter, dan orang-orang terhormat lainnya.

Gemar kekututan juga berlangsung pada masa pemerintahan Sri Mangkunegoro VII di Surakarta. Acara kekututan diselenggarakan di halaman keraton Mangkunegaran. Peserta kekututan tak hanya menikmati suara perkutut , tetapi juga larut dalam diskusi serta tukar menukar informasi dan pengalaman. Kekututan pada masa itu tak hanya bersifat pameran dan seminar, tetapi juga dapat dipakai sebagai latihan spiritual. Perkutut dipelihara tak hanya untuk dinikmati suara anggungnya, tetapi dari kepercayaan ada kekuatan magis yang bisa mempengaruhi jalan hidup seseorang.

Perkutut juga diyakini sebagai bilangan ke-lima dari kelengkapan seorang Priya sejati yang sempurna dalam tradisi Jawa yang berlatar kebudayaan keraton. Bilangan lima yang dimaksud adalah wisma (rumah), garwa (isteri), curiga (keris), turangga (kuda), dan kukila (perkutut). Kelimanya mutlak harus dimiliki seorang lelaki, kalau ingin disebut lelaki sempurna dalam tradisi Jawa yang berlatar belakang kebudayaan keraton. Perkutut merupakan alat pencipta kepuasan atau kenikmatan pribadi. Suara anggungannya dan keindahan fisiknya dapat memberikan suasana tenang, teduh, santai bahagia dan seolah-olah manusia dapat berhubungan dengan alam semesta secara langsung. Selain dari itu perkutut memiliki keistimewaan luar biasa karena dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya. Banyak perkutut yang berdasarkan katuranggan atau ciri mathi dipercaya memiliki pengaruh baik (membawa keberuntungan) maupun buruk (membawa sial) bagi si pemelihara. Mungkin pada jaman sekarang, hal ini mungkin sudah tidak sesuai degan alam pikiran masyarakat modern. 

Berbicara mengenai Perkutut Katuranggan biasanya dikaitkan dengan Perkutut Lokal yang diyakini mempunyai kekuatan gaib atau supranatural/yoni menurut kepercayaan orang-orang tua kita sejak beratus-ratus tahun terutama pada masyarakat tradisi Jawa dan bukan Perkutut Silang atau sering dikenal Perkutut Bangkok yang banyak kita lihat dan pelihara saat ini yang diyakini sudah tidak lagi memiliki kekuatan. Sehingga Perkutut Katuranggan sering disebut burung alam gaib yang bisa memberikan rezeki, kebahagiaan dan ketenteraman rumah tangga, pangkat dan jabatan, dll.

Sebagaimana yang telah dikemukakan pada awal tulisan ini, perkutut memiliki keistimewaan luar biasa karena dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya berdasarkan " Katuranggan " yang dipercaya memiliki titisan darah gaib, juga berdasarkan " Ciri mathi " adalah ramalan dalam hubungan bentuk atau sifat tertentu seekor perkutut, sehingga dipercaya memiliki pengaruh baik (membawa keberuntungan/rezeki, ketenteraman rumah tangga, pangkat, dlsb.) atau buruk (membawa sial atau mala petaka) bagi pemilik atau si pemelihara tersebut.


Untuk mengetahui baik tidaknya seekor perkutut, dapat ditilik berdasarkan katuranggan dan ciri mathi berupa ciri fisik seperti bentuk tubuh, bulu, paruh, kaki dan juga sifat, perilaku serta pada saat berbunyi/manggung yang dapat dijelaskan sebagai berikut/seperti dibawah ini. 

 Sangat Dianjurkan Untuk Dipelihara

Perkutut Songgo Ratu
Perkutut ini dipercaya sebagai titisan seorang putra Raja Bali di zaman Majapahit yang
dikejar-kejar musuhnya dan melarikan diri sampai ke Desa Tutul di Blambangan, Banyuwangi dan mati terbunuh, kemudian berubah menjadi Perkutut yang diberi nama Perkutut Songgo Ratu.. Perkutut ini berciri khas di kepalanya ada jambul semacam mahkota berwarna putih. Sifatnya juga seperti ningrat yang tidak suka berkeliaran, hidupnya hanya di tempat yang sepi seperti didalam goa atau di pekuburan. Perkutut ini kuat menahan lapar dan haus sampai beberapa hari, tidurnya selalu ditempat yang paling tinggi dibanding perkutut lainnya. Mempunyai wibawa yang sangat besar, shingga perkutut yang berada didekatnya tidak akan berani bersuara/bunyi. Ciri-ciri fisiknya yang lain adalah, kaki dan paruhnya berwarna hitam. Bulunya agak kehitam-hitaman. Perkutut yang mempunyai yoni yang besar, biasanya jarang berbunyi dan suaranya relatif juga kecil, demikian pula perkutut yang satu ini. Perkutut ini bisa untuk menolak santet/ilmu hitam, melancarkan rezeki dan mempunyai kewibawaan yang tinggi bagi pemiliknya.

Perkutut Lurah

Dilihat dari corak warna perkutut, sepintas dapat dilihat persamaan tersamar dengan ular, dimana keduanya mempunyai lurik yang hampir sama. Perkutut mempunyai bulu dada yang warnanya lebih terang, bahkan keputih-putihan, begitu juga dengan ular. Perkutut Lurah ini tinggal dihutan makannya disuapi atau dibawakan makanan oleh perkutut yang lain yang menjadi anak buahnya. Biasanya perkutut ini dipelihara oleh atasan atau pemimpin yang mempunyai kedudukan, karena perkutut ini mempunyai yoni kewibawaan yang luar biasa dan mendatangkan rezeki yang berlimpah.

Perkutut Putih
 

 













perkutut ini merupakan primadona yang banyak dikejar-kejar orang, sebab selain sangat langka, perkutut putih ini diyakini bisa mendatangkan kekayaan bagi si pemilik atau si pemeliharanya. Warna bulunya seluruhnya putih, matanya merah, paruh kelabu kemerahan, kaki merah bergaris-garis hitam dan kuku berwarna putih. Perkutut ini biasanya dahulu hanya dimiliki oleh para Raja atau pemimpin. Perkutut ini juga diyakini dari hasil perkawinan In breed yaitu antar saudara sekandung yang berlangsung beberapa generasi sekitar 5 sampai 10 tahun lamanya. Jadi perkutut putih belum tentu anak-anaknya adalah putih, tetapi perkutut biasa yang membawa darah putih pada suatu ketika akan mempunyai keturunan berbulu putih. Konon karena langkanya biasanya sebelum dimiliki seseorang, perkutut putih datang lewat mimpi dengan rupa orang yang sudah tua, berambut serta berjenggot putih.


Perkutut Hitam atau Kol Buntet
 

 













Seluruh bulunya hitam legam yang dianggap rajanya perkutut, kalau dipelihara akan memberikan keberuntungan.

Srimangempel

Perkutut ini jari jemari ke dua belah kakinya berwarna putih / ibu jari kakinya putih / ada dua kuku jari yang putih, baik sekali dipelihara / dimilik para petani, keluarganya selalu sehat dan cita-citanya banyak terkabulkan. Pemeliharanya akan selalu tercapai yg diinginkannya.

Wisnuwicitra

Perkutut ini mempunyai paruh dan kaki kehitaman, pemeliharanya selalu terpelihara keselamatannya bahkan blackmagic tidak akan mempan.

Wisnumangenu

Perkutut yg seluruh kulit tubuhnya kehitaman, pemeliharanya akan mempunyai banyak rejeki. 

Susumowicitra
Perkutut yang mempunyai paruh dan kaki berwarna putih, pemeliharannya konon adalah orang kaya, semua yg diinginkan terkabul.

Pandhawamijil

Perkutut yg mempunyai ekor bulunya berjumlah 15 lembar, pemeliharannya akan mempunyai kewibawaan tinggi ,disegani & dihormati.

Purnama Sidhi

Perkutut yg dari matanya terlihat bercahaya maerah seperti mirah delima/warna bulunya kemerah-merahan, pemeliharanya sangat berwibawa, disegani dan disayang.

Mercujiwa

Perkutut bermata merah dan kuning, Burung perkutut yang mempunyai mata berwarna kuning dengan garis bersinar kuning, pemeliharanya dicintai org banyak dan banyak pula rejekinya Bila bermata kuning, dan berbulu kuning pula pantatnya, maka seluruh kebaikan menjadi satu, konon adalah burung peliharaan raja.

Mustikaningmanuk

perkutut yg mempunyai kulit berwarna putih seluruhnya. Konon burung tsb juga pemeliharaan raja, baik sekali dipelihara karena mendatangkan keuntungan, rejeki, selamat dan dapat mempengaruhi orang banyak.

Mineb Gedong/Gedong Mineb

perkutut yang manggungnya menyertai terbenamnya matahari, si pemilik akan berkecukupan dan menguntungkan dalam berdagang. Perkutut yang selalu berbunyi diwaktu sore hari, pemeliharanya selalu dipermudah rejekinya.

Gedhongmenga

Perkutut yang memperdengarkan bunyi diwaktu matahari terbit. pemeliharanya mendapatkan keselamatan, ketentraman, dan kebahagiaan, serta dapat menyimpan emas berlian.

Wisnumurti

Perkutut yg mempunyai mata, paruh, dan kaki hitam, burung perkutut yg berciri khas tersebut adalah untuk tumbal menjadi pemelihara raja.

Udanmas

Bulunya berwarna coklat muda / krem / Perkutut yg bulunya kekuningan dan mempunyai kalung / bulu yang melingkar berwarna ke kuning-kuningan, mendatangkan keselamatan dan kegembiraan serta rezeki. pemeliharanya mudah rejekinya.

Widahsanagastagasti

Pemeliharanya sering mendapat keberuntungan,apa yg diinginkan terkabul dan dicintai banyak orang. 

Muncis
Pemeliharanya dianugerahi ketentraman,mudah rejekinya,selamat.

Gendawa Sabda
Suara manggungnya keras dan merdu, dapat digunakan untuk memikat perkutut yang lain. Pemiliknya banyak rezeki, keluarganya tenang dan tentram.

Waktu manggungnya lama, halus dan merdu, pemiliknya mudah mencapai cita-cita dan banyak rezeki.

Rupo Cahyo
Warna bulunya mengkilat bercahaya, membawa kedamaian dan kegembiraan.

Candra Sabda
Warna bulu dibagian pundak berwarna putih, baik untuk pemikat dan membawa suasana gembira.

Misti Kanya
di bagian badan atau seluruh badan berwarna putih, baik untuk para Raja / Pemimpin karena membawa keselamatan.

Sangga Bhuana
di punggungnya ada sehelai bulu berwarna putih, akan mendatangkan rezeki (Asal jangan ada bulu ekor yang tidak sejalan dengan yang lain, misalnya tidak lurus/abnormal).

Kusuma Wicitra
Warna paruh dan sisik kaki keputih-putihan, mendatangkan rezeki dan cita-citanya mudah tercapai.

Mercuci
matanya berwarna kuning dan sipit / wayang bambangan, pemiliknya diakrabi orang dan banyak rezeki.

Satria Kinayungan
ditengah kepalanya berbulu warna putih, berpengaruh menaikkan derajat atau pangkat juga kewibawaan.


Disamping itu masih ada beberapa jenis perkutut Katuranggan antara lain
Perkutut berwarna tepung tumpeng atau disebut juga Perkutut Daring Kebak/Tembus, Perkutut Rondo Semoyo, dll. yang kesemuanya mempunyai yoni sendiri-sendiri antara lain untuk nolak santet dan ketenteraman keluarga (Tepung Tumpeng), untuk kewibawaan (Pendawa Mijil dan Mercu Jiwa yang kewibawaannya besar), kelancaran berdagang (Rondo Semoyo). Jadi dapat dibayangkan jika kita mempunyai seekor perkutut berwarna Tepung Tumpeng, matanya merah atau kuning dan ekornya berjumlah 15 lembar, maka jelas dan pasti perkutut ini adalah perkutut bagus dan langka serta mahal harganya.
Perkutut yang susunan bunyinya (widana sreku/widah sana gasta gasti) sangat baik dipelihara karena mendatangkan rejeki atau bisa menaikkan derajat. Perkutut berbulu putih bersih dan perkutut hitam (bulu benar-benar hitam) juga sangat baik dipelihara. Kedua burung jenis itu dianggap rajanya perkutut sehingga kalau dipelihara akan memberikan keberuntungan. 

Yang buruk dan tidak baik untuk dimiliki/dipelihara:

Durga Nguwuh

manggung pada tengah malam, bila dipelihara akan banyak mendatangkan halangan misalnya ; sering sakit, rumah tangganya kacau atau sering kekurangan.

Durga Ngerik

manggungnya terus terusan (siang malam), akan menjauhkan rezeki dan keluarga sering cekcok.

Wisnu Tinundang

bulunya kehitam-hitaman tidak merata, bagi pemiliknya akan sulit mencapai cita-citanya.

Brahma Suku

bulunya berwarna kemerah-merahan, sering mengundang penyakit.

Brahma Kukup

bulunya berwarna keputih-putihan dari kepala sampai ekornya, bisa mendatangkan sial bagi pemiliknya.

Brahma Labuh Geni

bulunya berwarna kemerah-merahan tidak merata, akan mendatangkan halangan dan jauh dari rezeki.

Buntel Mayit

masing-masing sayapnya ada bulunya putih, akan mendatangkan mala petaka.

Lembu Rawan

bulunya " brumbung " tidak tumbuh dengan baik, bisa mendatangkan penyakit / pemiliknya selalu dalam kesulitan dan jauh dari rezeki.

Kelabang Kapipit

pada sayap bagian dalam bila direntangkan terdapat bulu berwarna putih, bisa mendatangkan sengketa rumah tangga. 

referensi :
berbagai sumber|kicaumania.org|www.trah-adikaturonggo.bravehost.com/Katuranggan.html

Komponen Hewan Pelengkap Aquarium

Komponen Hewan Pelengkap Aquarium
Komponen Hewan Pelengkap Aquarium




Crayfish/ Lobster: berasal dari Australia dan mereka termasuk invertebrata air tawar. Kebanyakan orang memanggil mereka ‘lobster biru’ atau ‘yabby’

Ada banyak jenis udang laut. Mahluk yang indah ini tahan lama dan dapat hidup hingga lima tahun.

Crayfish/ lobster adalah banyak dicari sebagai hewan peliharaan akuarium karena mempunyai jenis warna yang indah dan warna cerah.


Bagaimana Anda memilih Lobster yang sehat?

Anda harus menghindari toko di mana mereka menyimpan semua lobster dalam tangki yang terlalu penuh dengan sedikit air. Crayfish / Lobster ini ini cenderung menjadi stres dan akhirnya mati dalam kondisi yang mengenaskan. Mencari crayfish/ lobster yang hidup dan penuh energi. Anda juga harus memastikan bahwa mereka memiliki anggota badan yang lengkap.

Anda dapat menguji dengan menurunkan tangan ke tangki. Ketika crayfish/ lobster yang sehat merasakan bau tangan Anda, reaksi alami mereka adalah bergerak mundur dan menaikan kedua penyapitnya dalam posisi bertahan. Jika crayfish / lobster hanya diam saja dan masih tidak menanggapi ketika Anda sentuh, Anda dapat yakin bahwa itu tidak sehat.

Penyepit mereka digunakan untuk menangkap mangsa dan melindungi dirinya. Kadang-kadang Anda mungkin melihat bahwa beberapa crayfish / lobster memiliki penyepit yang lebih kecil dibandingkan sebagian besar crayfish / lobster lainnya di dalam tangki, atau mungkin mereka punya penyepit tapi ukurannya berbeda. Hal ini dapat dilihat bahwa penyepit yang kecil adalah anggota badan yang baru yang sedang berkembang dan akan mengganti lama.

Sedikit sangat susah untuk menangkap crayfish / lobster. Anda harus mendekatinya dari belakang dan terus akhir nya pegang punggungnya dengan kedua ibu jari Anda dan jari telunjuk

Crayfish/ Lobster adalah tidak sama seperti beberapa jenis ikan. Mereka bersifat teritorial, sehingga Anda tidak boleh menyimpannya di tangki yang sangat besar. Jadi seberapa besar tangki yang seharusnya ? baiklah, sekitar 2 kaki atau 1 kaki sudah cukup untuk membuat lobster nyaman.

Crayfish/ Lobster suka bersembunyi dalam ruang. Anda dapat menempatkan obyek-obyek dalam tangki. Objek seperti pipa PVC atau batu akan dapat menyediakan banyak tempat-tempat persembunyian yang baik.

Untuk sirkulasi udara, filter gelembung juga sudah cukup baik. Dan perlu di ingat bahwa Crayfish/ Lobster tidak perlu cahaya yang kuat dan mereka tidak terlalu merasa nyaman jika berada di air acidic.

Ketika berbicara tentang makanannya, maka ini adalah yang paling mudah! Crayfish/ lobster memakan apa saja yang mereka dapat temukan. Bisa kotoran, sisa makanan yang tidak di inginkan dan makanan ikan, pellet yang tenggelam atau hanya beberapa udang kecil.

Apapun, ini semua berlaku untuk mahluk yang ini. Crayfish/ lobster berburu di malam hari, jadi matikan lampu akuarium sebelum Anda member makan mereka.

Crayfish/ Lobster cenderung akan semakin tumbuh dengan keluar dari kulitnya yang lama. Mereka akan mendorong diri dari kulitnya yang lama melalui ruang yang hanya ada di belakang punggungnya dimana nantinya akan terbuka.

Ketika mereka membuka kulit mereka, mereka akan dibalut hanya dengan jaringan lunak. Jaringan lunak ini akan mengeras menjadi kulit baru setelah beberapa hari. Dan biasanya, Crayfish/ lobster akan memakan kulit yang lamanya.

Kepiting tawar



Mereka bisa menjadi hewan peliharaan yang sangat menghibur, serta pemulung besar yang dapat membantu untuk membersihkan sisa makanan yang tidak termakan yang ada di akuarium Anda.

Kepiting akan makan dari bahan organik yang mati dan sekarat, seperti sisa-sisa makanan dan tanaman yang mati di akuarium.

Beberapa orang hanya ingin kepiting tetap berada di akuarium karena penampilan mereka yang unik dan cara mereka berinteraksi dengan penghuni akuarium lainnya.

Pada artikel ini saya akan menerangkan beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan ketika Anda menjaga kepiting Anda sendiri dalam akuarium Anda.

Kepiting hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran dan kepiting tertentu cocok untuk jenis akuarium tertentu. Pastikan Anda melakukan banyak penelitian ketika memilih kepiting yang tepat untuk akuarium Anda.

Beberapa kepiting sebenarnya dapat menyerang dan makan beberapa ikan kecil yang ada di akuarium, jadi pastikan Anda mengerjakan pekerjaan rumah Anda sebelum Anda membuat kesalahan yang lebih mahal.

Selama Anda memilih ikan dan spesies kepiting Anda dengan bijaksana Anda seharusnya tidak memiliki masalah sama sekali ketika Anda menyatukan mereka bersama-sama.

Kepiting juga kadang-kadang ahli kabur, jadi pastikan bahwa Anda menyediakan tempat akuarium yang aman sehingga Anda tidak akan melihat kepiting berlarian di sekitar rumah!

Setelah Anda memilih kepiting yang tepat untuk akuarium Anda, Anda harus memulai proses acclimation dimana saya akan membahas lebih detail di sini.

Untuk proses ini anda akan memerlukan peralatan seperti berikut; jaring, wadah plastik, ember bersih kosong, seember air yang sama dengan kondisi dan suhu air dalam akuarium, dan sebuah termometer. Juga lampu di ruangan harus diredupkan, dan pencahayaan akuarium dimatikan semuanya.

1. Buka tas dengan lembut dan tempatkan invertebrata ke dalam ember yang kosong dengan air dari wadah pengiriman.

2. Tambahkan secangkir air akuarium ke dalam ember.

3. Ulangi langkah 2 selama 45 menit pada interval 5 menit.

4. Hati-hati memindahkan invertebrate tersebut dari ember dan menempatkan mereka ke dalam akuarium. Pastikan untuk menempatkan hewan peliharaan baru di dekat tempat-tempat persembunyian di akuarium.

5. Buang air dari ember penempatan

6. Isi di semua tempat kosong dalam akuarium dengan air yang telah dikondisikan oleh Anda.

7. Jauhkan akuarium dari pencahayaan dan lampu remang-remang paling sedikit 12 jam.

Setelah Anda menyesuaikan diri kepiting baru ke akuarium, Anda dapat mulai menikmati semua yang mereka tawarkan untuk akuarium dinamis Anda.

Kebanyakan kepiting umumnya mudah untuk diaga dan pemeliharaannya gampang. Kepiting dapat memiliki sesuatu yang luar biasa sepanjang Anda tahu cara benar merawat mereka.



Beberapa tips dalam memelihara ikan koki

Beberapa tips dalam memelihara ikan koki



Berikut beberapa tips dalam memelihara ikan koki :

1. Biofiltrasi

Kunci dari teknik ini adalah penggunaan media filtrasinya. Salah satu media terbaik adalah menggunakan matt sintetis buatan Jepang, yang saat ini banyak dijumpai di toko-toko ikan hias. Media ini akan melakukan penyaringan kotoran-kotoran ikan koki dan memperangkapnya, yang kemudian akan menstimulasi pertumbuhan bakteri-bakter nitrobacter di dalamnya.

Aerasi yang dijalankan harus cukup banyak dan saat biofilter tersebut telah ter-cycled, maka environment akuarium/ kolam ikan tersebut sudah menjadi stabil.

Jika Anda malas menguras air ikan, metode ini tentunya sangat cocok, karena tidak memerlukan pengurasan air sama sekali. Namun demikian kelemahan yg ada adalah bahwa dengan air tidak pernah diganti, menyebabkan zat-zat atau mineral yang diperlukan ikan, yang bisa didapatkan dari air baru tidak tersedia, sehingga dapat menyebabkan warna ikan menjadi kurang cerah. Teknik ini bisa diimbangi dengan penggantian air parsial secara rutin.

2. Air Hijau/ greenwater method

Teknik ini umumnya dipakai di farm ikan koki dimanapun, termasuk metode paling primitif, karena membiarkan ikan air tawar didalam kolam sampai airnya hijau akibat pertumbuhan lumut. Ingat, lumut yang tumbuh adalah lumut air, bukan lumut dinding kolam. Biasanya di farm, setelah air menjadi hijau, maka air akan diganti total dengan air baru.

Metode ini dapat dikembangkan dengan berusaha secara konsisten menjaga tingkat kehijauan air, dengan cara pada saat air hendak diganti, disimpan 1 ember air lama untuk nantinya dicampurkan dengan air baru.

Dengan demikian diharapkan pertumbuhan lumut dapat terjadi lagi segera setelah kolam baru dikuras. Keuntungan lain dari metode ini adalah dengan memaintain air hijau, sehingga warna ikan menjadi lebih cerah, karena ikan memakan lumut yg berada di air tersebut.

Metode ini sangat baik untuk kesehatan ikan, namun tidak favorit di kalangan penggemar, karena dengan air hijau tersebut, ikan koki yg berada didalamnya tidak dapat dilihat.

3. Mekanikal filtering

Merupakan teknik menyaring kotoran padat yang ada di kolam atau akuarium, sehingga air selalu terlihat jernih. Ini tidak menyaring kotoran terlarut didalam air, tetapi kadar ammonia tinggi dapat menyebabkan ikan koki sakit atau mati. Ini harus dibarengi dengan penggantian air secara rutin, penggantian 2 persen setiap hari dan dibarengi dengan pencucian media filter.

4. Mengganti air

Karena kadar ammonia di air disebabkan oleh kotoran ikan koki, maka teknik yang bisa dipakai adalah membuang kotoran ikan tersebut dengan di-siphon, serta dilakukan penggantian air secara rutin. Dengan melakukan siphon dan penggantian air 80% sebanyak 2 kali sehari, ternyata berjalan dengan baik sekali dan pertumbuhan ikan didalamnya relatif lebih baik.

INFO BURUNG KICAUAN. Powered by Blogger.