Latest Updates

Kakatua Putih


Kakatua putih atau dalam nama ilmiahnya Cacatua alba adalah burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 46cm, dari genus Cacatua. Burung ini hampir semua bulunya berwarna putih. Di kepalanya terdapat jambul besar berwarna putih yang dapat ditegakkan. Bulu-bulu terbang dan ekornya berwarna kuning. Burung betina serupa dengan burung jantan.


Endemik Indonesia, daerah sebaran kakatua putih adalah di kepulauan Maluku Utara. Jenis ini hanya ditemukan di hutan primer dan sekunder pulau Halmahera, Ternate, Tidore, Kasiruta, Mandiole dan Bacan .
Hasil kajian Burung Indonesia pada tahun 2008/2009 menunjukkan populasi terbesar jenis ini berada di bagian barat (semenanjung utara dan selatan) Pulau Halmahera. Meskipun demikian, selama 10 tahun populasi tersebut jauh menurun dibandingkan hasil survey yang dilakukan pada tahun 1999.
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut untuk perdagangan, serta termasuk dalam jenis burung dengan sebaran yang terbatas, kakatua putih dievaluasikan sebagai Rentan di dalam IUCN Red List. Jenis ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.
Saat ini kakatua putih belum termasuk jenis satwa yang dilindungi, namun bukan berarti bebas ditangkap begitu saja. Pada tahun 2001 hingga kini, tidak ada kuota tangkap untuk kakatua putih. Artinya tidak boleh ada penangkapan kakatua putih di alam (Maluku Utara) untuk tujuan komersil. Namun ternyata kuota tangkap nol ini tidak ada artinya karena pada tahun 2002 rata-rata setiap tahunnya ada sekitar 500 ekor kakatua putih yang ditangkap dari alam untuk diperdagangkan. Sementara itu pemantauan ProFauna Indonesia di sejumlah pasar burung di Jawa pada tahun 2006, rata-rata dalam setahun ada sekitar 100 ekor kakatua putih yang diperdagangkan. Di pasar burung, kakatua putih ditawarkan seharga rata-rata Rp 500.000 per ekor.
Penangkapan kakatua putih secara terus menerus di Maluku Utara menyebabkan burung ini telah menghilang dari beberapa kawasan di Pulau Halmahera.Profauna melakukan banyak wawancara informal dengan penduduk desa soal keberadaan kakatua putih di alam. Banyak di antara mereka yang menyatakan bahwa faktor utama hilangnya kakatua putih dalam 12 tahun terakhir ini adalah faktor penangkapan di alam secara besar-besaran.
Melihat laju penangkapan dan perdagangan serta telah hilangnya kakatua putih di beberapa wilayah di Halmahera, maka sudah saatnya burung ini ditetapkan sebagai jenis satwa yang dilindungi. Apalagi burung ini juga termasuk satwa endemik Maluku Utara.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 (pasal 5), suatu jenis satwa wajib ditetapkan dalam golongan dilindungi apabila telah mempunyai kriteria;
  1. Mempuyai populasi kecil
  2. Adanya penurunan yang tajam pada jumlah individu di alam.
  3. Daerah penyebaran yang terbatas (endemik).
Dengan demikian kakatua putih sebetulnya telah memenuhi kriteria untuk dimasukan dalam daftar jenis satwa yang dilindungi.

Jalak Bali


Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae. Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipiyang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa.

Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.
Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.
Karena penampilannya yang indah dan elok, jalak Bali menjadi salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi burung ini cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran jalak Bali.

Makanan
Di alam bebas, pakan alam yang dikonsumsi oleh Jalak Bali dalam meniti hidupan liarnya, antara lain untuk jenis pakan berkategori hewani terdiri dari : Semut, telor semut, belalang, jangkrik, ulat, kupu-kupu, rayap, dan serangga tanah.
Untuk pakan berkategori nabati terdiri dari buah : kerasi (lamntana camara), bekul (Zyzyphus mauritiana), intaran (Azadirachta indica), daging buah kepuh (Sterculuia foetida), talok (Grewia koordersiana), trenggulun, buni (Antidesma bunius), kalak, ciplukan, kelayu.

Elang Jawa

Elang Jawa

Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Nisaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia

Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang nampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. 


Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang nampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar.Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor).

Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh) kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis.

Ketika terbang, elang Jawa serupa dengan elang brontok (Nisaetus cirrhatus) bentuk terang, namun cenderung nampak lebih kecoklatan, dengan perut terlihat lebih gelap, serta berukuran sedikit lebih kecil.

Bunyi nyaring tinggi, berulang-ulang, klii-iiw atau ii-iiiw, bervariasi antara satu hingga tiga suku kata. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat kli-kli-kli-kli-kli. Sedikit banyak, suaranya ini mirip dengan suara elang brontok meski perbedaannya cukup jelas dalam nadanya

[sunting]Penyebaran, ekologi dan konservasi


Elang Jawa, Kebun Binatang Bandung
Sebaran elang ini terbatas di Pulau Jawa, dari ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung timur di Semenanjung Blambangan Purwo. Namun demikian penyebarannya kini terbatas di wilayah-wilayah dengan hutan primer dan di daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan. Sebagian besar ditemukan di separuh belahan selatan Pulau Jawa. Agaknya burung ini hidup berspesialisasi pada wilayah berlereng. 
Elang Jawa menyukai ekosistem hutan hujan tropika yang selalu hijau, di dataran rendah maupun pada tempat-tempat yang lebih tinggi. Mulai dari wilayah dekat pantai seperti di Ujung Kulon dan Meru Betiri, sampai ke hutan-hutan pegunungan bawah dan atas hingga ketinggian 2.200 m dan kadang-kadang 3.000 m dpl.
Pada umumnya tempat tinggal elang jawa sukar untuk dicapai, meski tidak selalu jauh dari lokasi aktivitas manusia. Agaknya burung ini sangat tergantung pada keberadaan hutan primer sebagai tempat hidupnya. Walaupun ditemukan elang yang menggunakan hutan sekunder sebagai tempat berburu dan bersarang, akan tetapi letaknya berdekatan dengan hutan primer yang luas.
Burung pemangsa ini berburu dari tempat bertenggernya di pohon-pohon tinggi dalam hutan. Dengan sigap dan tangkas menyergap aneka mangsanya yang berada di dahan pohon maupun yang di atas tanah, seperti pelbagai jenis reptil, burung-burung sejenis walik, punai, dan bahkan ayam kampung. Juga mamalia berukuran kecil sampai sedang seperti tupai dan bajing, kalong, musang, sampai dengan anak monyet.
Masa bertelur tercatat mulai bulan Januari hingga Juni. Sarang berupa tumpukan ranting-ranting berdaun yang disusun tinggi, dibuat di cabang pohon setinggi 20-30 di atas tanah. Telur berjumlah satu butir, yang dierami selama kurang-lebih 47 hari.
Pohon sarang merupakan jenis-jenis pohon hutan yang tinggi, seperti rasamala (Altingia excelsa), pasang (Lithocarpus dan Quercus), tusam (Pinus merkusii), puspa (Schima wallichii), dan ki sireum(Eugenia clavimyrtus). Tidak selalu jauh berada di dalam hutan, ada pula sarang-sarang yang ditemukan hanya sejarak 200-300 m dari tempat rekreasi.

Di habitatnya, elang Jawa menyebar jarang-jarang. Sehingga meskipun luas daerah agihannya, total jumlahnya hanya sekitar 137-188 pasang burung, atau perkiraan jumlah individu elang ini berkisar antara 600-1.000 ekor.Populasi yang kecil ini menghadapi ancaman besar terhadap kelestariannya, yang disebabkan oleh kehilangan habitat dan eksploitasi jenis.


 Pembalakan liar dan konversi hutan menjadi lahan pertanian telah menyusutkan tutupan hutan primer di Jawa. Dalam pada itu, elang ini juga terus diburu orang untuk diperjual belikan di pasar gelap sebagai satwa peliharaan. Karena kelangkaannya, memelihara burung ini seolah menjadi kebanggaan tersendiri, dan pada gilirannya menjadikan harga burung ini melambung tinggi.
Mempertimbangkan kecilnya populasi, wilayah agihannya yang terbatas dan tekanan tinggi yang dihadapi itu, organisasi konservasi dunia IUCN memasukkan elang Jawa ke dalam status EN (Endangered, terancam kepunahan).  Demikian pula, Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai hewan yang dilindungi oleh undang-undang.

Catatan Taksonomi

Sesungguhnya keberadaan elang Jawa telah diketahui sejak sedini tahun 1820, tatkala van Hasselt dan Kuhl mengoleksi dua spesimen burung ini dari kawasan Gunung Salak untuk Museum Leiden, Negeri Belanda. Akan tetapi pada masa itu hingga akhir abad-19, spesimen-spesimen burung ini masih dianggap sebagai jenis elang brontok.
Baru di tahun 1908, atas dasar spesimen koleksi yang dibuat oleh Max Bartels dari Pasir Datar, Sukabumi pada tahun 1907, seorang pakar burung di Negeri Jerman, O. Finsch, mengenalinya sebagaitakson yang baru. Ia mengiranya sebagai anak jenis dari Spizaetus kelaarti, sejenis elang yang ada di Sri Lanka. Sampai kemudian pada tahun 1924, Prof. Stresemann memberi nama takson baru tersebut dengan epitet spesifik bartelsi, untuk menghormati Max Bartels di atas, dan memasukkannya sebagai anak jenis elang gunung Spizaetus nipalensis.
Demikianlah, burung ini kemudian dikenal dunia dengan nama ilmiah Spizaetus nipalensis bartelsi, hingga akhirnya pada tahun 1953 D. Amadon mengusulkan untuk menaikkan peringkatnya dan mendudukkannya ke dalam jenis yang tersendiri, Spizaetus bartelsi.

Rangkong



Burung ini mempunyai ciri khas berupa paruh yang besar dan melengkung kebawahdengan ketopang di atas paruhnya. Mempunyai bulu yang berpola mencolok berwarna hitam.Panjang tubuhnya 75 cm. Bulu ekor terluar berwarna putih. Pada burung jantan kadang-kadang ada strip putih melewati mata sampai tengkuk. Mempunyai tiga jari mengarah kedepan dan yang sebagian tumbuh bersambungan. Burung kangkareng mempunyai mata berwarna coklat kemerahan, kulit sekitar mata berwarna merah, paruh dan tanduk berwarna putih bagi yang jantan, dan tanduk berwarna hitam bagi yang betina, mempunyai geraman yang  serak.


 

Perilaku :
Di luar musim mengeram mereka membentuk kelompok dan dapat menempati tempat peristirahatan bersama 100ekor rangkong lainnya (membuat tempat peristirahatan yangsama). Burung kangkareng hitam termasuk burung yang suka hiruk pikuk karena merekamemperdengarkan segala macam bunyi siulan, kotekan, eraman dan auman.Biasanyamereka mencari makan secara berpasangan pada tajuk atas dan tajuk tengah di hutan lebat.



Reproduksi :
Burung kangkareng bertelur berjumlah 2 butir, berwarna putih krem dan ukurannyasebesar telur itik. Burung betina bertelur di dalam sarang yang dibuat dari pohon yang berlubang, kemudian ditutup dengan tanah dicampur air liurnya. Telur akan menetas setelah 28 hari.



Pakan :
Di habitat aslinya burung kangkareng memakan buah-buahan sebagai makananutama, seperti buah beringin, palem, Selain itu juga makan serangga, cacing, siput, katak,tikus dan  kadal.



Habitat :
Burung kangkareng jarang terdapat di hutan primer, dataran rendah, hutan bekastebangan dan hutan rawa. Tersebar di Semenanjung Malaysia, Sumatera, Lingga, Belitung, Bangka  dan  Kalimantan

Merak Hijau

Merak Hijau atau kerap disebut Merak Jawa, nama ilmiahnya Pavo muticus adalah salah satu burung dari tiga spesies merak. Seperti burung-burung lainnya yang ditemukan di suku Phasianidae, Merak Hijau mempunyai bulu yang indah. Bulu-bulunya berwarna hijau keemasan. Burung jantan dewasa berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 300cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang. Di atas kepalanya terdapat jambul tegak. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan. Bulu-bulunya kurang mengilap, berwarna hijau keabu-abuan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor.




Populasi Merak Hijau tersebar di hutan terbuka dengan padang rumput di Republik Rakyat Cina, Indocina dan Jawa, Indonesia. Sebelumnya Merak Hijau ditemukan juga di India, Bangladesh dan Malaysia, namun sekarang telah punah di sana. Walaupun berukuran sangat besar, Merak Hijau adalah burung yang pandai terbang.

Pada musim berbiak, burung jantan memamerkan bulu ekornya di depan burung betina. Bulu-bulu penutup ekor dibuka membentuk kipas dengan bintik berbentuk mata. Burung betina menetaskan tiga sampai enam telur.


Pakan burung Merak Hijau terdiri dari aneka biji-bijian, pucuk rumput dan dedaunan, aneka serangga, serta berbagai jenis hewan kecil seperti laba-laba, cacing dan kadal kecil.


Namun karena banyaknya habitat hutan yang hilang dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta daerah dimana burung ini ditemukan sangat terpencar, Merak Hijau dievaluasikan sebagai rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.



Perilaku :

 Burung merak hidup secara kelompok bersifat poligami dan terikat dalam suatukeluarga. Burung merak jantan suka memperagakan penutup ekornya yang dikembangkanatau bergantian mengusir jantan lain pada musim kawin. Pada malam hari tidur di atas pohongundul yang tinggi. Pada siang hari suka berjalan-jalan di tanah dan bertengger di atas dahan pohon yang gundul.


Reproduksi :

Perkawinan merak berkaitan erat dengan musim penghujan, sekitar bulan Juni sampaiAgustus. Merak betina membuat sarang diatas pohon atau di semak.semak belukar. Sarangdibuat dari ranting atau dahan-dahan kering. Merak betina meletakkan telur 3-5 butir dandierami selama 28 hari.


Pakan :

Di habitat aslinya merak mencari pakan dari dini hari sampai senja hari. Pakan di .habitataslinya berupa biji-bijian, buah-buahan, kacang-kacangan, sayur-sayuran, cacing dan hewanmelata..


Habitat :

Hidup di alam terbuka dan padang rumput. Hutan terbuka dengan semak belukar dan pepohonan tinggi pada perbukitan dekat air, yang berupa danau atau sungai kecil. Tersebar diJawa Barat dan Jawa Timur

The Bachelor Recap: Hang on Ben Flajnik. It's on!

I got sucked into the Bachelor vortex thanks to Ben Flajnik.  I can't help it.  That Ashley bachelorette did a number on him and I want him to find happiness.  Why he's trying to find it on this idiot tv show is beyond me, but I'm willing to take a look at the pickings for a couple episodes anyway. Recap below was done as I watched...all I can say is all the usual suspects are there + some new nut jobs.  Brace yourself. And Ben you brace yourself too, buddy.  There's a few biznatches in your midst.

1. Lindzi might be 27 *cough no way in hell cough*, is in sales but her true passion is horses, and faked a getting dumped text at the scripting of the Bachelor producers. Nice try. NEXT

2. Some chick in a field who says she's 28 but they print 29 on the screen. She's firing off a gun and talking about eating cow balls. Uh, are they trying to find a match for Ben Flajnik? Am I on the wrong channel?

I think that's her just to his left in the crazy yellow dress?

3. Next we have a gushing 24 yr old Kacie who is looking crazy as ever talking about how she can't wait to love Ben like her granny loved her grandpa. She's ready for this me to be a we. Oh hell no. I'm not going to make it through this episode. Neither is Ben.

4. Courtney from Santa Monica is straight up going to bring the crazy--pass the pills. She's a modeling biznatch on wheels and I envision her with a fistful of some other broad's hair in 3, 2, 1...

5. Jamie. She's almost normal, but grew up with serious deadbeat parent issues and raised her siblings on her own. I sense reasonable airtime prior to the finale where she either gets declined or loses her mind and can't commit leaving him 0 for 2. This could get ugly.

6. Another Lyndsie? Whhyyyyeee?? Dad's a diplomat so she's lived "like everywhere", but somehow ends up in Scottsdale? *gag* Her living space is a menagerie of the worst of the worst tchotchkes from around the globe, why is there a huge ad on the side of her car, and what is that God awful tune she's wailing?!

7. Oh Lordy the next is a jittery relationship blogger. Talk about the blind leading the blind. Look out Ben: crazy town's got a new resident. Meet Jenna!
Looks kind of normal, but out of her gourd.

8. Now we have a financial advisor, single mom from Phoenix. Shawn wants a dad for her kid. I'm terrified of her black chandelier and electric blue walls. Eep! What will Ben's mother say?? That is not Northern California-rrific.

9. Nikki's divorced. She got married at 18, is now 26 and ready to give it another go because you know this time she's sure it won't fizzle out after a few years like last time. Oof. Where's the relationship blogger? We need some advice on #9. She's already planning Christmas in Sonoma.

Here we cut to Ben. He's sitting with Chris and he's looking good. The guy is articulate and intelligent and, for the life of me, I can't think of even one chick they've shown thus far who can even come close to interesting him. Especially the shooter. Good grief. At this point the limos start arriving. I'm in the dark. They've only intro'd 9 girls. Are the real I ones in the car and the rest was a gag? Please say it's true...Nope. Like oh mah gah they're squealing from the limo!

10. Rachel, fashion sales rep.

11. Erika, law student *snooze* Line of the night: "you're guilty of being sexay!" ugh

12. Amber the baconator from Canada. I.just.can't.

13. Elyse the personal trainer with the whack walk and zero arm definition. Trainer, huh?

Jenna the blogger gets out next and she's awkward AND crazy (but has killer shoes). She makes Ben (and the other 5 people watching) super uncomfortable and it's only a matter of time before the wheels fly right off her bus. I called this! Cuc-koo!!

Another car, another crazy: Courtney the model. She's only in this for tv exposure. Ben thinks she's pretty. Yawwwwn. This chick is trouble.  She's going to be on Bachelor Pad cutting a b*tch.

14. Emily. Finishing PhD in epidemiology. She hoses him down with hand sanitizer and gets the first kiss. Might as well get at it before the germs start flying inside. Blech.

15. Good God in heaven. Samantha aka Miss Pacific Palisades emerges complete with sash. NEXT
what on earth?

16. Casey the Trading Clerk looks kinda good and rather normal. At this stage.

17. Another Amber. Complete with horrendous yellow dress. Oh and 1994 called. Donna Martin wants her bangs back. I think this is the shooting ball eater!

18. Whoa with the hat Holly from Kentucky.
okay?  lose the lid.

Jamie with the family issues catches his eye. He is 'loving the brunettes'. As I was saying finale potential.

19. Shira, not to be mistaken with Shee-rah, needs a sandwich, is an 'actress' and knows everything about wine. You can see the look of sheer(no pun intended) annoyance cross his face.

20. Blakeley the VIP Cocktail Waitress. Stunner.

21. Old lady on crutches. Cheryl. Wants him to meet her granddaughter Brittney. I'm sure the others were pleased with that accessory. I smell a cat fight. Yep. Biotches strike in two seconds. The Canadian is a real hag.

22. Dianna. Giddy. Can't remember what she was going to say. *cringe*

23. Jennifer. Rain Man's sister.

24. Anna. Walks by and barely says hi. Whoopee

25. Monica misses her dog. Uh, really?

26. Jaclyn. She's wearing Loubs.

*Horsey lover rides in at the end and all the cats in a bag get pissy. Not sure Ben's gonna make it out of there without getting his eyes scratched out. And why do I have 26 when there are 25 girls. Whatever. I can't remember the shooting cow ball eater's name so she's in here twice.  Amber?*

Summary: they all get drunk and fight amongst themselves while slurring to the camera. Girls say kayoot, cute, cu-ute, etc. Of course someone left her job for this experience. The divorcee blabs about old relationship baggage (death) while the echo resounds 'so glad it's you, Ben'. The granny thing got a little old. The hags talked crap about her, horsey and everyone else. Ben does push-ups from the fake trainer, the cocktail one shows her cheesy tattoo while he looks around the room ignoring her, the PhD does a really bad disease rap, the single mom in the electric green dress kicks a soccer ball around and the model claims to be sooooo busy flying around the world for wer-rk (meaning she has none) while the slurring relationship blogger wigs out. She's nuts. Is this over yet? oh wait: Monica hits on Blakeley the cocktail girl. I'm done as there's a near fist fight between the sloshed and bawling relationship blogger and maybe bi-sexual Monica.

Question of the night: how in the hell is that relationship blogger blogging on relationships? Or sanity? She is completely unhinged, raging in the bathroom all alone, while roses are about to be handed out. Pills please!

First impression rose: Horsey from Seattle who doesn't know if she's 26 or 27.

Snips: Shee-rah, the rapper, the diplomat's daughter, blazing yellow dress with 1990's hair (ball eating shooter!), the one who walked by without greeting him, the baconator, and the one who couldn't remember what she was going to say upon meeting him.

Holy frig - he kept the crazy relationship blogger, the potential lesbian, tattoo cheese, and the pageant queen. All I have to say, yet again, is this is scripted. There's no way any intelligent guy would keep some those disasters. No way no how.  The relationship blogger? The relationship blogger??
INFO BURUNG KICAUAN. Powered by Blogger.