Latest Updates

Out standing!

Some kind person recently said I was "outstanding in my field." I was flattered.
Then I remembered I'd shown them this photograph just moments before.

Penyebab Burung berhenti berkicau



Penyebab Burung berhenti berkicau - Masalah klasik yang di hadapi para penggemar burung berkicau adalah, kenapa burung kesayangannya tiba-tiba berhenti berkicau atau mandeg bunyi tanpa sebab, atau si burung cuma bisa ngeriwik melulu, walaupun dalam perawatan rutin sehari-hari tidak ada yang di rubah baik itu makanan ( voer ), extrafooding, mandi dan jemur.

Ada banyak faktor Penyebab Burung berhenti berkicau atau tidak mau ngoceh seperti biasanya, atau biasanya bunyi cuma pagi hari, atau hanya gacor kalau di rumah tetapi tidak gacor di lapangan, atau sebaliknya cuma gacor di lapangan tetapi tidak gacor di rumah.

Beberapa Faktor  Penyebab Burung berhenti berkicau atau burung yang tiba-tiba berhenti bunyi atau burung hanya mau ngoceh pada waktu dan tempat-tempat tertentu saja, diantaranya adalah :
Burung Hanya Ngeriwik Saja 
Burung yang hanya ngeriwik biasanya adalah:
>> Burung tua atau pun muda terutama tangkapan hutan.
Sebab, meski muda, burung hasil tangkaran biasanya mau gacor. Mengapa? Burung hasil tangkaran besar di lingkungan manusia dan karenanya dia tidak ada kendala takut kepada manusia dan lingkungannya. Sedangkan burung tangkapan hutan, perlu penyesuaian yang lama dengan lingkungan manusia. Dia harus melalui proses penjinakan sehingga cepat beradaptasi.

Kalau Anda memelihara burung tangkapan hutan, kadang perlu waktu berbulan-bulan untuk membuat dia tidak takut lagi dengan manusia. Biasanya, setelah masa mabung barulah dia bisa beradaptasi. Syaratnya, selama waktu itu pula dia ditempatkan di tempat yang relatif ramai, dekat orang rumah berlalu lalang.

Jadi Anda jangan terlalu berharap bahwa burung hasil tangkapan hutan mau gacor dalam waktu singkat sekitar 1-2 bulan. Perlu berbulan-bulan sampai benar-benar tidak takut dengan lingkungan manusia. Dengan demikian, burung yang ngeriwik terus sebenarnya adalah burung yang tidak sehat secara mental, atau mentalnya masih tertekan, dalam hal ini oleh lingkungan yang sama sekali asing bagi dia.
>> Burung memasuki masa mabung.
Burung mabung biasanya hanya ngeriwik-ngeriwik atau bahkan hanya diam sama sekali. Cek saja kalau burung Anda tiba-tiba tidak gacor, ada kemungkinan memasuki masa mabung. Ada bulu-bulu halus mulai berjatuhan.
>> Burung habis mabung, biasanya juga cuma ngeriwik.
Dia tidak mau gacor sebagaimana ketika bekum mabung. Hal itu disebabkan, masa rekondisi pasca mabung memang memerlukan waktu sekitar 1-2 bulan. Tentu hal ini tidak berlaku untuk burung-burung tertentu, yang bahkan dalam kondisi mabung masih tetap gacor. Artinya, secara umum, burung yang baru saja mabung sebenarnya adalah burung yang tidak atau belum sehat secara fisik. Untuk mempercepat kesehatannya pulih, pastikan saja kecukupan nutrisinya.
>> Burung yang kalah setelah diadu.
Biasanya juga hanya ngeriwik-ngeriwik terus tidak mau lagi gacor. Kalau hal itu terjadi pada burung Anda, maka burung Anda perlu dikarantina. Sampai kapan? Kadang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk memulihkannya, atau biasanya setelah melewati lagi masa mabung. Selama perawatan, Anda juga perlu memperhatikan kecukupan pakan dan gizinya.
Burung Hanya Bunyi/Gacor Pada Waktu Tertentu Saja.
Ada burung tertentu yang hanya gacor pada pagi hari sementara sisa waktu selanjutnya hanya ngeriwik, atau gacor hanya malam hari, dan sebagainya. Hal itu biasanya berlaku pada burung-burung yang sebenarnya sudah tidak takut lingkungan tetapi belum fit secara fisik, dan bisa juga karena tidak atau belum birahi sepenuhnya. Burung yang birahi, biasanya gacor sepanjang hari. Tentu dalam hal ini Anda harus mengusahakan bagaimana agar burung tersebut bisa birahi.
Burung-burung muda juga punya kebiasaan hanya gacor pada waktu tertentu. Dengan demikian, ini hanya masalah waktu yang menuntut Anda untuk bersabar.
Burung Hanya Bunyi/Gacor Di Tempat Tertentu.
Burung yang hanya gacor di rumah tetapi tidak di arena lomba biasanya disebabkan oleh kondisi tidak fit atau bisa juga karena tidak terbiasa diadu dalam keramaian. Dengan demikian, perlu dilihat dan dikondisikan fisiknya sehingga benar-benar fit dan sementara itu juga dilatih secara rutin tetapi terukur kalau Anda memang pengin punya burung yang mau dan terbiasa gacor di arena lomba atau di keramaian.
Burung yang hanya gacor di arena lomba tetapi tidak gacor di rumah. Burung seperti ini biasanya disebabkan oleh kondisi kurang birahi. Dalam kondisi seperti itu, burung hanya birahi ketika dirangsang oleh datangnya “musuh” atau “pesaing” yakni burung lain. Semetara kalau di rumah, di mana tidak ada musuh, dia tidak bersemangat untuk bersuara. Tingkatkan birahinya, itu salah satu kuncinya.

Namun demikian, ada juga burung yang memang sudah punya karakter seperti itu, yakni hanya mau bunyi kalau ada lawannya. Kalau sudah berbicara mengenai karakter, maka tidak ada obat apapun yang manjur.

Cara Memilih Pleci Gacor

pleci gacor
Burung Pleci gacor



Cara Memilih Pleci Gacor - Ada banyak cara agar Pleci ini bisa rajin berkicau mempunyai banyak variasi suaranya, tapi cara ini bukan jaminan akan sama hasilnya dan tidak memberikan jaminan seratus persen, tapi jika anda ingin mencoba apa salahnya.
Awal yang baik di mulai dari pemilihan calon Pleci yang bagus atau yang berprospek.

  1. Pilihlah burung pleci yang sehat, agresif dan yang jantan.
  2. Pilih warna bulu yang tebal.
  3. Pilih tubuh yang proposional, tidak kecil tapi cukup bagus.
  4. Pilih Ekor yang mengumpul jadi satu tidak menyebar.  
  5. Burung Pleci yang banyak mempunyai variasi suara dan bisa teler adalah Burung Pleci yang berwarna Kuning, ( setahu saya )


Ciri-ciri Mayoritas Pleci Betina:

  1. Postur badan agak kecil bulat tidak panjang. 
  2. Kepala relatif lebih kecil. 
  3. Bola mata normal dan alis mata yang melingkar lebih tipis. 
  4. Ekornya pendek. 
  5. Paruh umumnya pendek dan tipis.


Ciri-ciri Mayoritas Pleci Jantan:

  1. Ekor Panjang berbentuk huruf 'V' Mayoritas.
  2. Paruh tebal dan panjang. 
  3. Kepala relatif lebih besar. 
  4. Alis mata yang melingkar berwana putih lebih tebal. 
  5. Badan Panjang dan proposional.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas saya yakin anda akan memperoleh Pleci yang sesuai dengan harapan anda.


    Tips Agar Pleci Cepat Gacor



    Tips Agar Pleci Cepat Gacor - Pada dasarnya burung pleci ini sangat mudah bunyi dan menurut saya tidak ada rawatan khusus dari burung pleci ini agar cepat bunyi, yang penting dalam pemilihan burung harus benar-benar selektif.

    Perawatan sederhana burung pleci:

    1. Pagi hari / subuh coba keluarkan burung pleci ( di embunkan hingga keluar sinar matahari menghangatkan tubuhnya secukupnya.
    2. Setelah itu, mandikan burung pleci dengan semprot/sprey yang lembut atau sesuai keinginan hingga basah, biasanya dalam memandikan dengan semprot coba sediakan cepuk atau tempat minum burung tersebut jangan di lepas, biasanya begitu badan dia basah dia akan mandi di tempat tersebut. 
    3. Setelah mandi hingga basah, jemur secukupnya akan tetapi biarkan hanya air minum saja yang ada di dalam sangkar. 
    4. Kira-kira stengah jam, angkat pleci dan taruh ditempat yang teduh, berikan ulat hongkong kecil yang berwarna putih ( 2-3 ulat hongkong yang sedang ganti kulit ) tapi sebelumnya beri makan berupa buah baik pisang maupun buah lainnya juga boleh atau voer juka sudah makan voer. 
    5. Untuk serangga bisa juga menggunakan ulat kandang, jangkrik yang kecil, atau kroto ( kroto jangan setiap hari dan jangan banyak-banyak pemberiannya ). 
    6. Boleh juga dengan memberikan madu ditempatkan khusus atau tempat yang kecil, atau bisa juga anda memberikan madu dengan mengolesnya di buah pisang tersebut ( biasanya, jika sudah ada madu, pisang tidak akan dimakan ) 
    7. Setelah itu biarkan hingga sore menjelang, sore boleh di mandikan sesuai kebutuhan. 
    8. Dan nikmati ocehan burung pleci anda saat itu setelah di mandikan, jemur, dan di teduhkan.

    Saya rasa hanya itu yang bisa saya bagikan tentang Tips Agar Pleci Cepat Gacor kepada anda , karena dengan pola perawatan seperti itu bisa membuat Pleci saya cepat ngoceh dan dengan istilah buka paruh dan bervolume tebal serta kencang dengan berbagai kicauan yang bervarisi.

    Faktor yang lainnya kenapa burung Pleci cepat gacor adalah karakter dari burung itu sendiri yang sudah mempunyai bakat bagus dan rajin berkicau, serta umurpun bisa menjadi patokan, karena bila umur burung lebih dewasa dia akan rajin berkicau dengan sendirinya.

    Selamat mencoba perawatan burung pleci ala saya

    Jenis-jenis burung ciblek sawah


     Jenis-jenis burung ciblek sawah - Hallo lagi ciblek mania, Kali ini kita membahas tentang  Jenis-jenis burung ciblek sawah karena Burung Ciblek saat ini bisa dikatakan sedang naik daun, dahulu burung ini dipandang sebelah mata oleh para pehobi burung, tapi belakang ini penggemar burung ciblek ini semakin banyak dan hampir diseluruh Indonesia.


    Burung Ciblek ini naik pamor karena memang telah di lombakan dengan kelas khusus, dikarenakan suaranya yang indah dan lengkingan tembakan yang panjang dalam berkicau ketika bertemu atau berhadapan dengan burung ciblek jantan lainnya.

    Burung Ciblek ini dikenal juga sebagai burung Kipas, cininin, atau pacikrak, daya tarik burung ini adalah dapat di dimainkan seperti burung merpati artinya burung ini bisa dilepas dan akan kembali lagi ke sangkarnya seperti burung kutilang, tapi itupun kita harus bisa merawatnya dari kecil hingga dewasa jika ingin burung ciblek ini dapat lulut atau nurut dengan si Empunya.

    Burung ini penyebarannya didaerah Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan hampir diseluruh kepulauan Indonesia, hidupnya di Ladang atau di sawah dan disekitar pepohonan yang rindang dan pohon singkong, makanan burung ciblek ini adalah serangga-serangga kecil, telor semut.
    Bagaimana Ciblek mania, apakah artikel tentang Jenis-jenis burung ciblek sawah bisa menambah pengetahuan anda tentang burung ciblek? semoga...

    Cabak Kota ( Caprimulgus affinis )

    Cabak Kota ( Caprimulgus affinis )
    Savanna Nightjar (Caprimulgus affinis)


    Cabak kota atau cabak-maling kota ( Caprimulgus affinis ) adalah sejenis burung cabak yang hidup di Asia Selatan dan Tenggara. Disebut cabak kota karena merupakan jenis cabak yang paling sering didapati di perkotaan. Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Savannah Nightjar.

    Burung cabak yang berukuran agak kecil, panjang tubuh dari paruh ke ekor sekitar 22 cm. Berwarna seragam, burung jantan mempunyai bulu ekor terluar putih yang khas. Garis putih di tenggorokan digantikan dengan dua bercak putih di samping. Terdapat bercak putih pada sayap. Betina lebih kemerahan, tanpa tanda putih di ekor.Iris cokelat; paruh berwarna tanduk; kaki merah buram . Suaranya, "cwuirp, cwuirp..." dikeluarkan terus menerus sambil terbang.


    Savanna Nightjar (Caprimulgus affinis)

    Terbang berputar-putar pada senja dan dini hari, sambil mengeluarkan suara tinggi meratap: "cwuirp", berulang-ulang secara teratur. Tertarik dengan lampu-lampu kota untuk memburu serangga yang beterbangan di sekitarnya. Pada siang hari burung ini diam berbaring di atas tanah atau pada atap gedung yang rata di perkotaan. 

    Cabak kota tercatat berbiak antara bulan Mei sampai Desember. Satu atau dua butir telurnya, berwarna kuning tua dengan bintik-bintik noda dan garis cokelat, diletakkan pada lekukan tanah yang digaruk. Tanpa bahan sarang apapun.
    INFO BURUNG KICAUAN. Powered by Blogger.