Latest Updates

Tips membeli burung anis kembang

Membeli burung kicauan sejenis punglor kembang / Anis kembang tentunya tidak hanya sekadar memenuhi kegemaran atau sekadar ikut-ikutan saja. Untuk itu, perlu ketelitian dan kejelian pada saat membelinya. Beberapa kriteria bisa dipergunakan agar bisa mendapat punglor kembang yang bagus, bahkan unggulan.

Apa pun tujuan pemeliharaannya sekedar hobi klangenan atau juga untuk dilombakan, Anis kembang yang dimiliki seyogianya yang berkualitas dan mampu memberi kebanggaan tersendiri. 
Bagi penggemar burung, harga memang tidak menjadi masalah. Akan tetapi, mengingat harga punglor kembang bukan termasuk murah, maka sebaiknya pemilihan dilakukan dengan berhati-hati. Lebih-lebih dengan terjadinya penipuan dalam jual beli burung. Ada beberapa pertimbangan yang dapat digunakan bila akan membeli Anis kembang.
Sebagai penggemar burung, setiap orang biasanya mempunyai tempat atau toko-toko burung tertentu sebagai langganan. Dari pengalaman selama menjadi pelanggan umumnya ia sudah bisa mengenal benar karakter si penjual burung. Apakah keterangannya tentang burung yang dijual bisa dipercaya atau tidak.

Dari penjual burung yang jujur itulah bisa diperoleh dengan tepat asal-usul maupun sifat burung yang dijual. Asal-usul burung merupakan salah satu kriteria yang perlu diperhatikan saat membeli punglor kembang.
Asal-usul 

Sejarah anis kembang yang akan dibeli ada baiknya diketahui. Dari mana penjual memperoleh burung tersebut. Dari pemburu atau pencari burung di hutankah, dari para penggemar burung lainnya, atau dari hasil tangkapan sendiri. 
Apabila diperoleh dari pemburu burung atau hasil tangkapan penjual, pembeli bisa mengetahui dari hutan mana anis kembang berasal. Ada daerah-daerah tertentu yang memang dipercaya menghasilkan burung anis berkualitas. Contohnya saja daerah pegunungan di kaki Gunung Wilis. Burung anis yang berasal dari daerah tersebut rata-rata dikenal bermental bagus dan memiliki daya tahan yang tinggi terhadap terjadinya perubahan cuaca serta lingkungan sekitarnya. Burung anis dianggap mampu beradaptasi dengan cepat sehingga tidak mudah stres. Anis kembang yang demikian pada umumnya akan lebih gampang dipelihara, juga dilatih untuk menjadi burung unggul di kelak kemudian hari.
Kalau Anis kembang yang dibeli berasal dari penggemar lainnya, paling tidak kita bisa menanyakan kebiasaan dan keistimewaan dari burung anis kembang yang dibeli. Baik melalui penjualnya atau bahkan langsung kepada pemilik sebelumnya. Hal ini untuk menghindari kesalahan perlakuan saat memeliharanya. Dengan demi kian, risiko burung mengalami stres bisa terhindarkan.


Jenis kelamin
Sebagai penggemar burung kicauan, umumnya Anis kembang yang dipelihara adalah burung yang berjenis kelamin jantan. Lebih-lebih apabila dipelihara dengan tujuan untuk dilombakan. Dibanding yang betina, anis kembang jantan lebih memiliki kicauan yang bervariasi. Di samping itu, juga bervolume lebih keras dan lantang. Menentukan jenis kelamin anis kembang harus jeli benar. Gampang-gampang susah. Berdasarkan pengalaman para penjual dan pemerhati burung, ada beberapa patokan yang bisa dipegang. 
Pertama, perhatikan matanya. Bila mata tampak menonjol, berarti burung jantan. Sebaliknya bila datar, tentulah berkelamin betina. Patokan tersebut bisa digunakan pada saat kita memilih burung yang masih piyik, trotolan, maupun bakalan.

Patokan kedua yang berlaku untuk pemilihan anis kembang bakalan adalah dengan mengamati bulu-bulu di bagian pantat. Bulu-bulu di bagian pantat anis kembang betina umumnya polos sewarna, yaitu putih. Pada anis kembang jantan ada beberapa baris bulu berwarna hitam yang berlekuk-lekuk menyerupai pola gambar awan. Pada burung yang masih piyik dan trotolan memang belum jelas terlihat, tetapi pada burung-burung bakalan pola tersebut sudah bisa dilihat. 

Mendengar suara anis kembang dengan seksama adalah patokan ketiga. Apabila kicauan bakalan terdengar lebih keras dan nyaring, menandakan jantan. Begitu pun dengan suara piyik. Piyik jantan biasanya ngriwik lebih keras dibanding piyik betina.
Hal lain yang bisa dilakukan untuk melihat apakah seekor anis kembang jantan atau betina adalah dengan cara saling mendekatkan dua buah sangkar burung berisi burung anis kembang. Anggaplah kita belum tahu mana jantan mana betina. Kalau kedua burung tersebut saling mendekat dan bersikap menantang seakan hendak berta rung, berarti keduanya jantan. Sebaliknya bila keduanya bersikap biasa alias acuh, mereka semua berkelamin betina. Namun, apabila kedua punglor bersikap berbeda, pertanda keduanya memiliki jenis kelamin yang berbeda. Punglor jantan akan sibuk mendekat sambil bergerak-gerak gelisah seakan hendak mengejar atau memburu, bahkan terkadang hingga menabrak sangkar. Sementara yang betina akan mengepak-ngepakkan sayapnya (ngeper) dengan paruh dibuka dan ditutup (sifat bercumbu).


Penampilan fisik
Perhitungan para penggemar saat membeli burung anis kembang tentu berdasar suaranya. Keindahan suara anis kembang ditentukan oleh volume suara dan irama lagunya. Burung anis kembang yang bagus suaranya terdengar los dan jernih, tidak serak atau parau. Volumenya juga keras dan tebal. Sementara irama lagunya bervariasi dan tidak terdengar jeda antara irama yang satu dengan irama yang lain. Berirama secara bertahap dengan percepatan yang halus.
Pada waktu membeli burung ini, keunggulan anis kembang dalam hal suara tentu saja belum bisa terlihat. Namun, dengan memperhatikan fisik tampilannya kita bisa berharap memperoleh punglor kembang bersuara merdu. 
Fisik yang dianggap mencirikan burung anis yang bagus diantaranya  berbadan panjang (bukan besar), berleher panjang, berparuh panjang, serta berbahu lebar. Fisik yang demikian merupakan tanda bahwa burung ini memiliki volume suara yang los, keras, dan tebal. 
Selain itu, bentuk kepala juga perlu diperhatikan guna memperoleh burung anis kembang yang bermental kuat dan berani. Anis kembang yang demikian akan lebih mudah dilatih dan dirawat. Anis kembang seperti ini ditandai dengan bentuk kepala bulat berbenjol di bagian belakangnya. Jangan lupa pilih yang berpenampilan tegap.

Kesehatan
Pertimbangan terakhir yang perlu diperhatikan adalah kesehatan burung ini. Untuk tujuan tersebut, amati suara dan gerakan-nya. Burung yang sehat akan bersuara cenderung keras dan los. Tidak lemah atau berkicau setengah hati. Apabila burung masih piyik atau trotolan, amati suara ngriwiknya. Pedoman lain untuk melihat kesehatan burung adalah gerakan nya. Apabila sehat, gerakannya terlihat lincah dan tidak mau diam. Lompat ke sana kemari

sumber : forum kicaumania org ( 2006 )

Ekstrak Jinten Hitam (Nigella sativa) sebagai Imunostimulan Ikan Lele Dumbo yang terinfeksi Aeromonas hydrophila

Ekstrak Jinten Hitam (Nigella sativa) sebagai Imunostimulan Ikan Lele Dumbo yang terinfeksi Aeromonas hydrophila
Ikan lele (Clarias sp.) merupakan ikan yang banyak terdapat di Indonesia. Salah satu ikan lele yang banyak ditemukan di Indonesia adalah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Ikan lele dumbo merupakan spesies ikan lele yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984, yang diperoleh dari hasil persilangan antara induk betina lele asli Taiwan dan induk pejantan yang berasal dari Afrika. Lele dumbo masuk pertama kali di Indonesia pada tahun 1986, yang diimpor dari Taiwan.

Ikan lele dumbo sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Usaha budidaya ikan sering terjangkit adanya penyakit ikan yang tidak jarang menggagalkan pertumbuhan dan kelulusanhidupan ikan sehingga mengakibatkan kematian masal pada ikan yang dibudidayakan (gagal panen). Penyakit ikan disebabkan adanya interaksi antara lingkungan, organisme dan ikan yang tidak seimbang. Penyakit ikan dapat disebabkan oleh fisika, kimiawi, dan biologis. Penyakit yang diakibatkan oleh fisik maupun kimiawi pada umumnya tidak menular (non infeksi). Sedangkan penyakit yang ditimbulkan oleh penyebab biologis kebanyakan menular (infeksi).

Aeromonas hidrophila merupakan bakteri yang dapat menginfeksi ikan. Susanto (1988), melaporkan bahwa Aeromonas hidrophila dapat menyebabkan kematian masal pada ikan lele dumbo, sehingga Aeromonas hidrophila menjadi ancaman tersendiri yang menakutkan bagi para petani ikan atau pembudidaya ikan lele dumbo.

Salah satu penanganan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri) pada budidaya lele dumbo adalah antibiotik. Antibiotik sebagai agen terapi pengobatan memang telah banyak membantu, namun ternyata juga menimbulkan ekses yang negatif, yaitu menimbulkan jenis penyakit baru maupun bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan yang ramah lingkungan dan mampu memulihkan ikan lele dumbo dari infeksi bakteri tersebut, yaitu imunostimulan.

Imunostimulan adalah zat kimia, obat-obatan, stressor, atau aksi yang meningkatkan respon imun non-spesifik atau bawaan (innate immune respon) yang berinteraksi secara langsung dengan sel dari sistem yang mengaktifkan respon imun bawaan tersebut. Imunostimulan adalah zat-zat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi penyakit, bukan meningkatkan respon imun spesifik (acquired immune respon), tetapi meningkatkan respon imun non-spesifik baik melalui mekanisme pertahanan humoral maupun pertahanan seluler (Sakai, 1999). Ikan telah diketahui lebih mengandalkan mekanisme sistem kekebalan non-spesifiknya atau bahawan (innate immune sistem) dari pada sistem kekebalan spesifiknya atau adaptif (Anderson, 1992)


Gambar 2. Jinten hitam (Nigella sativa)

Jinten hitam (Nigella sativa) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai imunostimulan karena mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi patogen. Jinten hitam mengandung beberapa bahan aktif diantaranya, Thymowuinone (TQ), Dithymoquinone (DTQ),Thymohidriquinone (THQ), dan Thmol (THY). Tumar (2006) melaporkan bahwa ekstrak jinten hitam (Nigella sativa) dapat menghambat atau bahkan dapat membunuh bakteri Aeromonas hydrophila. Selain itu Hendrik (2007) menambahkan bahwa ekstrak jinten hitam dapat merangsang dan memperkuat sistem kekealan tubuh manusia melalui peningkatan jumlah, mutu, dan aktivitas sel-sel kekebalan tubuh manusia. El-Kadi dan Kandil (1986) melaporkan bahwa ekstrak jinten hitam berpengaruh menguatkan fungsi kekebalan, dimana kadar sel-sel T pembantu meningkat dibandingkan sel-sel T penekan dengan perbandingan rata-rata 72% serta terjadi peningkatan aktivitas sel-sel pembunuh alami rata-rata 75%.

Endarti (2009) melaporkan bahwa ekstrak jinten hitam (Nigella sativa) merupakan bahan yang potansial untuk digunakan sebagai agen imunostimulan pada ikan lele dumbo yang terinfeksi Aeromonas hydrophilakarena terbukti dapat meningkatkan jumlah sel darah putih dan diferensial leukosit yang dangat berperan dalam respon immune non-spesifik. Selain itu, ekstrak jinten hitam dengan konsentrasi 9% menunjukkan bahwa jumlah sel darah putih (leukosit) sebelum uji tantang 25516.67 sel/mm3 dan sebesar 97243.33 sel/mm3 setelah uji tantang.

Aktivitas immunostimulator ekstrak jinten hitam pada benih ikan lele dumbo meliputi peningkatan jumlah sel darah putih (leukosit) terutama neutrofil, limfosit dan monosit serta ketahanan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila yang ditunjukkan dengan tingkat kelangsungan hidup yang tertinggi mencapai 90%.

Referensi

Endarti. 2009. Pengaruh Pemberian Ekstrak Jinten Hitam sebagai Imunostimulan terhadap Hematologi Ikan Lele Dumbo.
BACA : (Nigella Sativa) / Black Seed / Jintan Hitam

I'll Buy What I Want Thanks. And I'll Wear It, Too.

Cat's in the corner having a snore and I'm trying to pick what to write.  I'm exhausted.  We're all exhausted.  It's Thursday.  Yawwwwwn.

On a bright note I managed to make it outside yesterday and even combed my hair.  Sticking to my apparel conviction of soft, cozy clothes in warm colors I threw on a slip dress. layered a cashmere thermal over top and finished with a military jacket.  I'll never forget buying this jacket at J.Crew in Santa Monica.  The sales guy tried pretty hard to talk me out of it:  it's too big, he said, you're drowwwwning in it.  This was a few years ago before military really made a significant comeback, and I wasn't listening to anything he had to say.  Dude, you're wearing tighter pants than I ever have.  Issues.  Anyway it's one of those purchases I've never regretted and has saved me from multiple 'I don't have anything to wear' moments, making it worth its weight in gold.  

Confession:  I've added a few more lounge pieces to my closet as of late (ahem slip dress) and have been wearing them layered in the outdoors. Yep you read it here first: I'm cavorting about in things that are technically pj's.  No one is any the wiser and I get more than a few compliments.  The way I see it as long as I'm not going to the store in footie pajamas I think we'll all survive. 

~Outfit:  J.Crew-Military Jacket, James Perse-Cotton/Cashmere Thermal
Slip Dress-Pure & Good, Loeffler Randall-Boots, Anthropologie-Sunglasses~
Bracelets:  Motif 56 (here and here), PANYC (similar), and Rosa Loves DC Turquoise Friendship
Necklace:  PANYC

Like that last one?  Imagine someone doing the basketball shuffle all around you while you're trying to walk.  That's the Chef!  He totally gets into the picture thing: lays on the ground, runs around behind trees, cars, garbage cans--you name it, and then when it's all over starts a super crazy shuffle for one last one.  It's freaking hysterical!! 

PS-is anyone else watching Chelsea Settles on MTV?  So good!  Maybe you can catch up this weekend while you're hanging off the couch.  There I go projecting again.

Parkit si 'cantik' yang berwarna warni

Burung ini memiliki sebutan latin yaitu Melopsittacus undulates. Melopsittacus berasal dari bahasa yunani, melos yang artinya nyanyian dan psittacua yang merupakan sebutan bagi kerabat burung betet. Sedangkan undulus dari bahasa latin yang berarti bercorak. 
Parkit hidup berkoloni dan di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan Oktober – Desember. Saat musim kimpoi sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya. Bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.  
Berat telur parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka.  
Kandang yang dibutuhkan tidak begitu besar , Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah cukup untuk memulai penangkaran. Namun karena sifat burung parkit yang suka berkoloni dan keragaman warna yang bervariasi ini maka tak salah kalau kita menyiapkan ukuran kandang yang agak besar.  
Misalnya dengan, Di samping kandang kita bisa tempatkan beberapa pasang. Keindahan warni-warni burung parkit yang satu dengan yang lain akan sangat jelas di kandang – kandang tersebut. 

Sejarah parkit
 
Tahun 1794
Shaw, seorang penulis buku Zoologi of New Holland memberi nama burung mungil ini dengan sebutan Melopsittacus undulates. Melopsittacus berasal dari bahasa yunani, melos yang artinya nyanyian dan psittacua yang merupakan sebutan bagi kerabat burung betet. Sedangkan undulus dari bahasa latin yang berarti bercorak. Corak bergelombang inilah yang mungkin berkaitan dengan warna bulu burung parkit yang bermacam-macam.

Penyebaran yang luas menyebabkan burung ini mendapat banyak sebutan.
1.Belanda = Undulated Grass Parkeet.
2.Perancis= Perche ondule.
3.Jerman = Wellensittich.

Parkit sesungguhnya merupakan hasil penjinakan jenis parkit Liar di Australia, proses ini terjadi ketika Kapten Cook mendarat pertama kali di benua Australia.


Tahun 1831,
Meseum Linne Society di London memamerkan pajangan Burung Parkit yang sudah di air keraskan, tetapi tampak seperti masih hidup di dalam salah satu ruangannya. Inilah yang akhirnya mengundang berbagai kalangan, terutama para ahli di bidang perburungan. Di antaranya adalah John Gould. Berawal dari sinilah sejarah parkit dibawa ke negeri Inggris.

Tahun 1840
John Gould orang yang pertama kali pada membawa parkit hidup ke Inggris.

Tahun 1850
di kebun binatang Antwerpens Belgia, perkembangan burung-burung kelompok paruh bengkok kecil secara sukses di mulai. Karena kecantikan warna bulu burung ini beberapa negara eropa lainnya mulai ikutan mengimpor burung ini dalam jumlah yang besar. Akhirnya burung parkit sudah mulai dikembangbiakkan di mana-mana.

Tahun 1855
untuk pertama kalinya negara Jerman memesan sepasang burung Parkit dari Pembiakan di London. Negara-negara di Eropa mengimport burung parkit yang baru di tangkap dalam jumlah yang besar, dan berkembang biak dimana-mana.

Tahun 1872
untuk pertama kalinya muncul bulu berwarna kuning di hasilkan di negara Belgia

Tahun 1875
warna kuning terjadi di Jerman

Tahun 1878
Parkit dengan warna biru murni muncul untuk pertama kalinya

Tahun 1917 
Parkit muncul pertama kalinya berwarna putih, 

Tahun 1937
Susunan Klasifikasi burung parkit berdasarkan Checklist of Bird of the World yang disusun oleh Peters
Yaitu Anggota kelompok burung berparuh bengkok ini terbagi atas :
6 anak suku, 
82 marga, 
316 jenis.

Tahun 1940
Parkit lahir dalam warna beraneka ragam / puncak keragaman warna parkit.

Catatan : Dari setiap warna pada burung parkit ini, warna putih adalah warna yang langka sehingga Nilai ekonominya lebih tinggi dari warna yang lainnya.


Parkit Mudah beradaptasi
Parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat mudah menyesuaikan di dalam kandang penangkaran. Biasa di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan Oktober – Desember. Bila musim kawin sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Hingga pada saat saling ada kecocokan maka perkawinan akan segera berlangsung.
Berat telur parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya. Bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.

Anak burung parkit yang baru keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka.
Setelah umur 30 hari barulah anak burung parkit mulai siap meninggalkan sarangnya untuk belajar terbang. Namun meski sudah mulai terbang, sang induk biasanya masih menyuapinya hingga umur 40 hari. Setelah umur tersebut biasanya persiapan untuk perkawinan untuk generasi yang baru akan dilakukan.

Anak parkit mulai matang kelaminnya untuk melakukan perkawinan setelah berumur 90 hari. Si jantan yang cukup umur akan segera memikat betinanya dengan siulan mautnya untuk menjadi pasangan yang akan mengembangbiakan keturunannya.


Mudah ditangkar
Perawatan burung jenis ini relatif mudah. Kandang yang diperlukan tidak begitu besar meskipun untuk pengembangbiakan sekalipun. Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah cukup untuk memulai penangkaran. Sedangkan untuk pajangan keindahan ukuran sangkar umum sudah memadahi.
Tetapi karena sifatnya yang suka berkoloni dan keragaman warna yang bervariasi ini maka tak salah kalau kita menyiapkan ukuran kandang yang agak besar. Di samping kita bisa tempatkan beberapa pasang. Keindahan warni-warni parkit yang satu dengan yang lain akan sangat jelas.

Membedakan Jantan dan Betina


Membedakan Jantan dan betina pada parkit sangat mudah, hal ini bisa dilihat dari warna di pangkal hidungnya. 


Berikut ini tips pemeliharaan burung parkit ini:
  • Usahakan memilih induk yang berbeda warna.
  • Untuk mengetahui jenis kelaminnya dapat dikenali melalui ukuran badannya, ketajaman warna dan warna lubang hidung diatas paruh (kebiruan berarti jantan & bila putih/biru pucat berarti betina)
  • Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya karena akan lebih mudah untuk ditangkarkan
  • Sesuaikan besarnya kandang dengan jumlah pasangan agar tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘Rumah pribadi’ yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
  • Persiapkan pula kandang cadangan untuk hasil perkembangbiakan apabila pasangan burung sudah mulai produksi.
  • Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahakan dalam kondisi bersih
  • Buang makanan yang mulai busuk karena kelebihan dalam pemberian pakan terutama sayuran seperti tauge, jagung atau yang lainnya
  • Makanan utama burung ini adalah millet (jewawut) serta jagung muda yang mudah didapatkan di kios-kios penjual makanan burung.
Tips menjinakan Parkit
  • Pada hari pertama membeli parkit usahakan dimasukkan ke kandang langsung, dan ini ada 2 cara, 1. ada yang langsung diambil dari besek (kantong semen) trus taro deh. 2. Ada yang dimasukin sama besek-beseknya tapi iketannya dibuka yar dia keluar sendiri, kalo dah keluar baru di ambil beseknya.
  • Setelah itu biarkan 1 sampe 2 hari tanpa tersentuh tangan dulu, alias jangan di ganggu dulu kecuali ngasih makan minum and ngajak ngobrol
  • pada hari k 3, diet-in parkit dengan cara menyedikitkan makannya, bukan di puasain seharian ya, ada juga yang bilang g dkasih makan dr pagi sampe sore. Dan mulai sodorkan makanan dengan tangan (handfeed)
  • untuk yang mencoba dengan jewawut renceng pada hari p1 dan 2 langsung masukkan di kandangnya jewawut rencengnya agar terbiasa, bukan dengan millet atau jewawut yg sudah menjadi bulir
  • biasakan memberikan tanda seblum memberi makan seperti menjentikkan jari, menepuk halus kandang, membunyikan bell, atau menggunakan clicker sebagai tanda bahwa setiap ada bunyi bell dia akan mendapatkan makan. 
  • Latih terus sampai dia mengenali tanda tersebut.
lihat juga : 
menangkarkan parkit
menjinakan parkit


sumber: berbagai sumber

Branjangan VS Pipit

Branjangan VS Pipit
Sekedar informasi tambahan agar kita tidak salah memilih burung branjangan dan burung pipit. karena dari segi fisik kedua burung ini sama - sekali tidak ada perbedaan mencolok, kecuali pada bagian paruh dan jambulnya , burung pipit mempunyai paruh yang memanjang berbeda dengan burung branjangan yang memiliki paruh pendek.
untuk lebih jelasnya mari kita lihat perbedaan masing-masing burung ini: 

 Branjangan : Australian Bushlark : Mirava Javanica






Pipit Group :Paddy Field Pipit




Semoga info ini berguna bagi kalian yang berniat membeli burung ini di pasaran. 

Serindit

Bagi orang melayu Riau, Serindit sudah lama dimitoskan bahkan diabadikan dalam berbagai cerita rakyat dan dijadikan lambang-lambang : kebijaksanaan, keindahan, keberanian, kesetiaan, kerendahan hati maupun lambang kearifan. Beragamnya lambang dan mitos yang berkaitan dengan Serindit, menyebabkan unsur burung ini dimasukkan pula ke dalam lambang Propinsi Riau, yakni pada "Hulu Keris" yang disebut "Hulu Keris Kepala Serindit", yang melambangkan keberanian, arif dan bijaksana di dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Keris sebagai bagian pakaian lengkap adat Riau, hulunya yang bermotif Serindit. Di dalam cerita-cerita rakyat Riau, terutama kisah mengenai dunia fauna, burung ini disebut dengan gelar "Panglima Hijau". Di dalam kehidupan orang Melayu Riau, sangkar berisi Serindit digantungkan di bagian depan rumah, tidak jauh dari ambang pintu muka. Penempatan ini dikaitkan pula dengan adanya kepercayaan, bahwa Serindit dapat menolak "sihir", "penyakit ayan" dan sebagainya. 

Pertelaan

Serindit bentuknya seperti burung parkit, tetapi ekornya pendek. Bulu sayapnya berwarna hijau tua, dan pada ujungnya terdapat warna merah dan hitam. Badannya berwarna hijau muda bercampur kekuning-kuningan, sedangkan punggungnya terdapat warna kuning dan kecoklatan. Ekor berwarna hijau tua bercampur dengan merah dan hitam. Paruhnya berwama hitam, sedangkan di puncak kepalanya terdapat warna biru. Serindit jantan pada bagian atas dadanya terdapat warna merah berbentuk bulatan, sedangkan pada Serindit betina warnanya hijau kekuningan. Perbedaan warna di bagian atas dada inilah yang memudahkan orang menentukan apakah serindit itu jantan atau betina. Jari-jarinya berjumlah empat buah. Burung ini relatif bertubuh kecil, sifatnya lincah dan pemberani, terutama yang jantannya. Seperti burung lain dari kelompok ini, jenis ini mempunyai kebiasaan aneh menggantung ke bawah pada waktu tidur.


srindit maluku-amabilis galgulus- molucans hanging parrot
sri_lanka_hanging_parrot
srindit flores - loriculus flosculus - wallace hangingparrot
srindit philipina
srindit sulawesi -loriculus stigmatus-sulawesi hanging parrot.
srindit vernal


Habitat Serindit

hidup di hutan-hutan lebat, selalu berkelompok dan berpasangan. Di daerah Riau, populasi Serindit yang terbesar adalah di daerah daratan Sumatera, sedangkan di kepulauan Riau, walaupun ada (umumya di pulau-pulau besar yang berhutan lebat) jumlahnya tidaklah banyak.
Daerah penyebarannya adalah Semenanjung Melayu, Singapura, Kep. Anamba Kalimantan, Kep. Riau, Bangka dan Belitung, Sumatera dan pulau-pulau seperti Nias, Siberut, Sipora dan Enggano. 

Makanan

Makanannya terdiri dari nektar, bunga, buah-buahan, biji-bijian dan kemungkinan serangga kecil.

Perkembangbiakan

Musim berkembangbiak antara bulan Januari dan Juli. Sarangnya di lubang pohon yang hidup atau yang sudah mati. Sarangnya terletak sekitar 12 m dari atas tanah. Diameter lubang sarang berukuran kira-kira 8 cm.
Kedalaman sarangnya sekitar 45 cm dengan lebar 30 cm. Alas sarang terdiri dari daun-daun. Betina membawa bahan untuk sarang dengan cara diselipkan pada bulu-bulu tunggingnya. Jumlah telurnya rata-rata 3 butir. Telur tersebut menetas setelah dierami selama 3 - 4 minggu.


sumber: http://indopedia.gunadarma.ac.id , wikipedia, kicaumania.org


INFO BURUNG KICAUAN. Powered by Blogger.